BEIJING, Radio Bharata Online – Tiongkok telah berhasil melakukan uji sistematis pada sistem transportasi mutakhir, yang melibatkan Kereta Maglev berkecepatan sangat tinggi yang berjalan dalam pipa vakum rendah.

Menurut laporan media pada hari Minggu (15/01), tiga uji navigasi telah diselesaikan sesuai dengan prosedur, berkat penggunaan kendaraan navigasi super, dan semua sistem bekerja normal.

Laporan sebelumnya dari Science and Technology Daily pada 20 Oktober lalu menyebutkan, para peneliti yang bekerja pada proyek di Datong, Provinsi Shanxi Tiongkok Tengah, membangun sistem mega transportasi berkecepatan sangat tinggi, serta mampu berjalan dalam desain pipa vakum bertekanan rendah. Sebuah pencapaian teknologi yang menggabungkan teknologi kereta api dan kedirgantaraan.

Tim dari "China Aerospace Science and Industry Corporation" (CASIC) milik negara, berharap mereka akan dapat mengoperasikan Kereta Maglev dalam pipa/terowongan dengan tekanan udara yang sangat tipis. Artinya kereta tersebut seperti sedang "terbang di darat" dengan kecepatan yang mampu bersaing dengan kecepatan pesawat.

Teknologi Maglev yang juga dikenal sebagai magnetik levitasi, berhasil menghilangkan gesekan. Sementara pengoperasian kereta melalui pipa/terowongan dengan tekanan udara yang sangat tipis, mengurangi hambatan dan kebisingan; dua masalah utama dalam transportasi kereta api.

Eksperimen yang berhasil diselesaikan pada awal tahun 2023 ini, adalah eksperimen super-navigasi skala penuh pertama di Tiongkok. Melakukan verifikasi serangkaian teknologi utama, di mana sebelumnya juga memverifikasi kebenaran sistem kendaraan berkecepatan tinggi dan pekerjaan koordinasi terkait.

Selain itu, pengembangan Kereta Maglev dimungkinkan karena pesatnya perkembangan bahan industri baru di Tiongkok. Jalur Maglev misalnya, membutuhkan baja dengan respons rendah terhadap medan magnet.

Pengembangan dan promosi kereta api berkecepatan tinggi, tetap menjadi prioritas utama Tiongkok. Bertujuan untuk menghubungkan lebih banyak wilayahnya yang luas, termasuk juga daerah-daerah terpencil.   

Saat ini Tiongkok hanya memiliki satu jalur Maglev yang digunakan secara komersial. Menghubungkan Bandara Pudong Shanghai dengan stasiun Jalan Longyang di kota tersebut. Perjalanan sejauh 30 km ditempuh hanya dengan waktu kisaran tujuh menit, dengan kecepatan kereta mencapai 430 kilometer per jam..Beberapa jaringan Maglev baru, dilaporkan sedang dibangun. Termasuk jalur yang menghubungkan Shanghai dan Hangzhou, plus yang menghubungkan Chengdu dan Chongqing. (Global Times)