JAKARTA, Radio Bharata Online – Kemajuan infrastruktur di berbagai wilayah terus menjadi komitmen pemerintah. Hal itu diimplementasikan dengan melakukan percepatan penyelesaian sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN).
Percepatan pembangunan PSN tersebut diharapkan mampu menyumbang multiplier effect. Baik secara sosial maupun ekonomi yang dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Salah satu proyek yang terus didorong penyelesaiannya yakni MRT East West, yang merupakan pengembangan MRT Fase Tiga, dengan rute Balaraja-Cikarang sepanjang 84,1 kilometer.
Dengan dukungan pembiayaan dari Jepang sebagai investor utama, proyek senilai Rp 160 triliun tersebut terbagi menjadi dua tahap yakni tahap satu yang mencakup area DKI Jakarta, dan tahap dua yang meliputi Banten dan Jawa Barat.
Pembangunan MRT East-West itu dinilai sejalan dengan upaya pemerintah dalam mengurangi ketergantungan terhadap konsumsi BBM, serta mengurangi kemacetan yang menjadi masalah utama Jabodetabek. Pemerintah berencana menyediakan tiga depo operasional di MRT East-West dengan estimasi penumpang mencapai 1,2 juta perhari.
MRT East-West tersebut juga akan mencakup 49 kawasan Transit Oriented Development (TOD), sehingga memberikan solusi atas transportasi publik secara masif.
Pada tahap 1 akan terbagi lagi menjadi stage 1 sepanjang 24,5 kilometer yang akan melalui Tomang, Dukuh Atas, Senen, Perintis hingga Medan Satria, dan stage 2 sepanjang 9,2 kilometer yang melalui Tomang dan Kembangan.
Tahap 1 MRT EAST-West diharapkan dapat beroperasi pada 2031 dengan target kontruksi paling lambat pada 2024.
Sedangkan MRT East-West tahap 2 akan terbagi menjadi East-West Banten sepanjang 29,9 kilometer yang akan melalui Kembangan, Kelapa Dua, hingga Balaraja, serta East-West Jawa Barat sepanjang 20,4 kilometer yang akan melalui Medan Satria dan Cikarang.
Tahap 2 sendiri diharapkan akan beroperasi pada 2033. (Republika)