Tibet, Bharata Online - Sonam Wangdrak, yang bekerja sebagai penggembala di masa mudanya di Daerah Otonomi Tibet, Tiongkok barat daya, adalah masinis pertama untuk Jalur Kereta Api Lhasa-Nyingchi, ketika jalur kereta api listrik tertinggi di dunia ini mulai beroperasi lebih dari empat tahun yang lalu.

Sonam Wangdrak, yang kini menjadi instruktur masinis di Seksi Perawatan Lokomotif Golmud, Grup Qingzang Kereta Api Tiongkok, mengemudikan kereta api berkecepatan tinggi perdana di Jalur Kereta Api Lhasa-Nyingchi sepanjang 435 kilometer. Ini adalah jalur kereta api listrik pertama di Tibet yang menghubungkan ibu kota regional tersebut dengan seluruh Tiongkok.

Sampai hari ini, Sonam Wangdrak masih dapat mengingat kegembiraannya saat dapat mengemudikan kereta api pertama di rute bersejarah tersebut.

"Direktur kami datang kepada saya dan bertanya apakah saya ingin menjadi masinis pertama di Jalur Kereta Api Lhasa-Nyingchi yang baru dibuka. Saya merasa senang sekaligus bangga dapat mengoperasikan kereta api perdana ini," ujarnya.

Pada 25 Juni 2021, Kereta Api Lhasa-Nyingchi resmi beroperasi, dengan kereta peluru berkecepatan tinggi Fuxing menjangkau seluruh 31 provinsi, daerah otonom, dan kotamadya. Sonam telah menyaksikan langsung kesuksesan kereta api listrik pertama di Tibet, sekaligus yang tertinggi di dunia, beserta dampaknya yang mendalam terhadap kehidupan masyarakat.

"Kereta Fuxing mengakhiri sejarah kurangnya layanan kereta api di Tibet tenggara. Saya merasa sangat beruntung telah menjadi bagian dari ini dan menyaksikan momen bersejarah ini," kata Sonam Wangdrak.

Sonam Wangdrak tumbuh besar dalam keluarga petani dan penggembala terpencil di Kabupaten Lhorong, Qamdo, dengan kuda merupakan satu-satunya alat transportasi. Semasa kecil, kereta api merupakan misteri yang jauh, hingga suatu hari ketika ia masih SMP, Kereta Api Qinghai-Tibet diajarkan di kelas.

"Saat SMP, saya belajar tentang pembangunan Jalur Kereta Api Qinghai-Tibet. Saya bertanya seperti apa kereta api itu, dan guru saya memberi tahu saya bahwa kereta itu jauh lebih cepat daripada kuda. Saya berpikir, 'Jika suatu hari nanti saya bisa menjadi masinis kereta api, itu akan luar biasa'," ujarnya.

Cita-cita itulah yang membawanya melewati sekolah perkeretaapian dan menjadi masinis kereta api. Pada tahun 2012, Sonam menjadi masinis lokomotif diesel di Jalur Kereta Api Qinghai-Tibet, dan kemudian naik pangkat menjadi operator kereta api berkecepatan tinggi Fuxing.

"Jalur Kereta Api Lhasa-Nyingchi membentang sepanjang 435 kilometer dan melintasi Sungai Yarlung Zangbo sebanyak 16 kali. Para pekerjanya bekerja tanpa lelah, dan saya mengagumi mereka sepenuh hati," ujar Sonam Wangdrak.