Dongguan, Radio Bharata Online - Tiongkok telah mencatat peningkatan penjualan mobil, sebagian besar berkat langkah-langkah stimulus termasuk subsidi tukar tambah kendaraan dan pelonggaran rasio pinjaman untuk pembelian kendaraan pribadi.

Pada bulan April 2024, bank sentral Tiongkok dan National Financial Regulatory Administration (NRA) bersama-sama mengumumkan penghapusan batasan peraturan pada pinjaman untuk orang-orang yang membeli mobil bermesin pembakaran internal atau kendaraan energi baru (New Energy Vehiecle/NEV) untuk digunakan sendiri, memberikan lembaga keuangan wewenang penuh untuk menentukan jumlah pinjaman dan memungkinkan uang muka nol.

Pada bulan yang sama, Kementerian Perdagangan Tiongkok dan 13 departemen pemerintah lainnya mengeluarkan rencana aksi, yang salah satu isinya menyatakan bahwa subsidi akan diberikan kepada konsumen yang membuang mobil penumpang beremisi tinggi untuk membeli kendaraan hemat energi atau kendaraan energi baru.

Menurut data yang dirilis oleh Kementerian Perdagangan Tiongkok, pasca pengumuman tersebut, pada bulan Mei 2024, penjualan mobil penumpang di Tiongkok tumbuh 10 persen dibandingkan dengan bulan April tahun ini. Dan pada tanggal 6 Juni 2024, jumlah aplikasi untuk subsidi penghapusan dan pembaruan mobil telah melebihi 40.000.

Di seluruh Tiongkok, para pembeli mobil mengatakan bahwa langkah-langkah stimulus telah memicu minat mereka untuk membeli kendaraan.

"Saya mempertimbangkan pembelian kendaraan karena kebijakan-kebijakan tersebut. Kebijakan-kebijakan tersebut benar-benar mengurangi beban kami dan memberi kami manfaat yang nyata," kata seorang pembeli mobil di Kota Dongguan, Provinsi Guangdong, Tiongkok selatan.

"Saya berencana untuk membeli mobil seharga 100.000 yuan (sekitar 225 juta rupiah). Tapi sekarang saya tahu ada program kredit mobil tanpa uang muka. Jadi saya bisa membeli mobil seharga 200.000 yuan. Saya pikir ini sangat bagus," kata pembeli mobil lainnya di Kota Mianyang, Provinsi Sichuan, barat daya Tiongkok.

Dengan meningkatnya minat beli kendaraan di kalangan konsumen, para dealer mobil di seluruh Tiongkok mengatakan bahwa kebijakan stimulus telah secara signifikan memacu bisnis mereka sejak bulan Mei 2024.

"Sebagian besar kebijakan-kebijakan ini diperkenalkan pada pertengahan hingga akhir April, meningkatkan kunjungan pelanggan ke toko kami sekitar 30 persen," kata Gu Zhihua, Manajer Umum sebuah dealer mobil di Dongguan.

"Penjualan mobil yang diperdagangkan meningkat sekitar 10 persen hingga 20 persen, dan penjualan mobil yang dibayar dengan cicilan meningkat sekitar 40 persen hingga 50 persen dibandingkan dengan tahun lalu," kata Li Chaoyun, Manajer Umum sebuah perusahaan perdagangan mobil di Kota Hangzhou, Provinsi Zhejiang, Tiongkok timur.

Banyak bank mengatakan bahwa seiring dengan diberlakukannya kebijakan stimulus, permintaan kredit mobil meningkat secara signifikan, dan mereka telah mengurangi rasio uang muka hingga nol untuk beberapa mobil.

"Kami telah menurunkan suku bunga produk secara dinamis dan merumuskan langkah-langkah yang ditargetkan untuk merangsang konsumsi di berbagai bidang. Sebagai contoh, kami memberikan diskon untuk biaya layanan dan bunga kepada pengguna kartu kredit, dan memberikan dukungan suku bunga kepada pelanggan yang membeli kendaraan energi baru, memberikan mereka kenyamanan pembiayaan dan manfaat nyata," kata Ji Guangheng, Presiden Bank Ping An.

Sementara itu, suku bunga kredit mobil terus menurun.

"Tingkat bunga pembayaran cicilan lima tahun untuk perdagangan mobil setara dengan tingkat tahunan 3,44 persen, yang merupakan 51 basis poin lebih rendah dari LPR (suku bunga dasar pinjaman) saat ini, dan 76 basis poin lebih rendah dari periode yang sama tahun lalu," kata Liu Wentao, Wakil Manajer Umum Pusat Kartu Bank di bawah Industrial and Commercial Bank of China (ICBC) Cabang Guangdong.