BEIJING, Radio Bharata Online – Tiongkok mencatat penurunan pendaftaran pernikahan yakni minus 6,83 juta pada tahun 2022. Demikian menurut laporan triwulanan terbaru yang dirilis oleh Kementerian Urusan Sipil di situs webnya.
Jumlah pendaftaran pernikahan tahun 2022, merupakan yang terendah sejak kementerian tersebut mulai merilis data tersebut pada tahun 1986.
Tiongkok pernah mencatat rekor pendaftaran nikah tertinggi, 13,47 juta pendaftaran pernikahan pada tahun 2013. Jumlah pendaftaran pernikahan mulai turun di bawah 10 juta pada tahun 2019, dan terus turun satu juta setiap tahun sejak saat itu.
Penurunan jumlah orang yang berada di usia pernikahan adalah salah satu faktor di balik penurunan pendaftaran pernikahan di Tiongkok.
Dari tahun 1980 hingga 1989, rata-rata kelahiran tahunan mencapai 22,09 juta orang, sementara dari tahun 1990 hingga 1999, angkanya menurun menjadi 20,85 juta.
Penundaan pernikahan adalah faktor lain dari penurunan angka pernikahan. Dari tahun 2010 hingga 2020, usia rata-rata untuk pernikahan pertama wanita Tiongkok naik dari 24 menjadi 27,95 tahun, naik hampir empat tahun dalam 10 tahun.
Pada tahun 2022, 2,1 juta pasangan mendaftarkan perceraian, dan angka pada tahun 2021 adalah 2,14 juta, menurut laporan triwulanan terbaru. (China Daily)