Jakarta, Bharata Online - Acara Cultural Open Day 2026 yang digagas oleh LSPR dan Misi Tiongkok untuk ASEAN telah menuai respons positif dari berbagai kalangan karena berhasil menjadi wadah pertukaran multikultural antara Tiongkok, Indonesia, dan ASEAN. Acara persahabatan ini diselenggarakan bertepatan dengan momen peringatan Kemitraan Dialog Tiongkok-ASEAN ke-35.

Founder sekaligus CEO LSPR Institute of Communication and Business, Prita Kemal Gani, menjelaskan bahwa acara ini merupakan bagian dari diplomasi publik yang dilakukan oleh Misi Tiongkok untuk ASEAN melalui pendekatan kebudayaan. Masyarakat dan anak-anak muda Indonesia dapat menikmati keindahan budaya Tiongkok, seperti nyanyian indah, pertunjukan wayang (puppetry), dan permainan selo di LSPR tanpa perlu pergi jauh ke Tiongkok.

Menurutnya, pemahaman lintas budaya sangat penting agar tercipta persahabatan konkret dan pemahaman bersama (mutual understanding) yang melampaui batas bahasa kedua negara. Oleh sebab itu, LSPR akan terus melanjutkan kerja sama dengan Misi Tiongkok untuk ASEAN yang sudah terjalin sejak 2013, terutama di bidang pendidikan dan budaya.

"Tiongkok itu home of world class university. Bukan hanya Peking, bukan hanya Tsinghua, tapi ada Xiamen, ada SISU (Shanghai International Studies University), banyak yang semuanya akhirnya juga sudah kerjasama dengan LSPR. Kita juga dalam rangka preparation Belt and Road Initiative School untuk juga dikopi dibuat di sini. Sehingga banyak orang Indonesia atau anak-anak Indonesia yang juga bisa punya pemahaman tentang itu," jelasnya di Kampus LSPR, Jakarta Pusat, Selasa (23/6).

Kemeriahan acara ini juga memberikan kesan mendalam bagi para pengunjung. Salah satunya adalah Susan Hartawan, penonton sekaligus pengusaha yang merasa kagum, dan menilai penampilan yang disajikan, mulai dari bernyanyi, menari, hingga pertunjukan wayang, berjalan dengan sangat luar biasa dan membuka paradigma. Sebagai seorang pengusaha, Susan pun berharap kerja sama Indonesia dan Tiongkok semakin erat dan solid ke depannya.  

"Apa yang bagus dari Indonesia juga bisa dibawa ke Tiongkok. Jadi kita bisa sama-sama merasakan manfaatnya untuk pengusaha. Dan kalau boleh juga pengusaha yang small medium enterprise itu diajak untuk bisa meningkatkan pertumbuhan bisnisnya itu di Tiongkok," katanya.