Guizhou, Bharata Online - Sebuah kompetisi pacuan kuda tingkat lokal telah dimulai pada hari Sabtu (8/8) di Kabupaten Otonom Shui Sandu, Provinsi Guizhou, Tiongkok Barat Daya. Acara ini menarik banyak pengunjung domestik maupun mancanegara untuk merasakan langsung gemuruh derap kaki kuda dan sorak-sorai penonton, serta menikmati warisan budaya etnis yang unik.

Di luar lintasan pacuan yang menyajikan persaingan sengit, suasana tak kalah meriah juga terasa saat warga setempat menyambut para pengunjung dengan minuman keras khas, lagu-lagu untuk bersulang, dan pertunjukan budaya yang penuh warna.

"Saya sangat senang bisa menyaksikan pacuan kuda di Sandu hari ini. Ini adalah penutup yang sempurna untuk perjalanan satu minggu saya di Guizhou," ujar Wisatawan Prancis.

Di Sandu, pengunjung dari dalam dan luar negeri juga dapat menikmati pesona unik warisan budaya takbenda daerah tersebut. Salah satu yang paling memikat perhatian adalah seni sulaman ekor kuda khas etnis Shui.

"Kami datang ke sini hari ini untuk melihat karya sulaman ekor kuda. Menurut saya, hasilnya sangat indah dan unik, serta sangat erat kaitannya dengan budaya etnis setempat. Jadi, saya dan teman-teman sekelas sangat menyukainya. Kami sedang mempelajari tekniknya dan mencoba membuatnya sendiri," kata Wisatawan Angola.

"Kami membuat karya sulaman ekor kuda yang indah berbentuk kupu-kupu. Saya berharap bisa menyimpannya sebagai kenang-kenangan yang berharga dan unik dari perjalanan kami di Guizhou," ujar Wisatawan Prancis.

Dengan memadukan ajang olahraga dan warisan budaya takbenda, Sandu telah mengalami peningkatan pesat dalam sektor pariwisata budaya selama beberapa tahun terakhir. Pada paruh pertama tahun 2026, wilayah ini menyambut lebih dari 3,22 juta pengunjung, yang mencerminkan peningkatan sebesar 11 persen dibandingkan tahun sebelumnya.