Beijing, Bharata Online - Pada suatu malam di musim panas yang cerah di sepanjang Grand Canal di Distrik Tongzhou, Beijing, jalur air berusia seribu tahun itu berubah menjadi sebuah panggung pertunjukan tanpa dinding.
Delapan perahu tematik meluncur di atas permukaan air yang beriak, masing-masing berfungsi sebagai panggung terapung.
Paduan suara dari tiga benua melantunkan suara mereka di atas air, sementara cahaya gemerlap memantul di permukaan kanal kuno tersebut.
Inilah latar bagi sebuah konser unik di atas air yang baru saja digelar di Beijing, konser air "Super Weekend, World Harmony", sebuah perhelatan akbar paduan suara di kanal yang pertama kali diadakan di Beijing pada musim panas tahun ini.
Saat suara Paduan Suara Nasional Seychelles bergema di atas air, sebuah resonansi budaya yang melintasi pegunungan dan lautan pun mulai terasa.
Grup paduan suara ini telah berkali-kali kembali ke Tiongkok, dan mengaransemen ulang lagu-lagu Tiongkok telah menjadi salah satu ciri khas mereka. Namun, tampil dari atas perahu yang bergerak di Grand Canal merupakan pengalaman pertama, bahkan bagi penyanyi tenor veteran, Julien Alexis.
"Musik itu universal, dan tidak masalah bahasa apa yang Anda gunakan saat bernyanyi. Saya memperkirakan ini akan menjadi momen yang sangat emosional, dan saya yakin semua orang akan menyukai momen kebersamaan ini," ujar Alexis.
Acara akbar ini mempertemukan paduan suara profesional dari berbagai negara, termasuk Seychelles, Bulgaria, Rusia, dan Tiongkok. Di sepanjang tepian kanal, para penonton mengangkat ponsel mereka dan turut menyanyikan melodi yang terdengar dari arah air. Data awal mencatat jumlah penonton langsung mencapai lebih dari 74.000 orang.
"Saya sangat menyukai konser Grand Canal malam ini. Setiap paduan suara dan setiap lagu sungguh luar biasa dan berkelas," kata salah seorang penonton.
"Konser air ini menghadirkan delapan paduan suara profesional papan atas dari dalam dan luar negeri, bersama dengan para seniman dan pencinta budaya, dalam satu panggung yang sama. Kami menggunakan musik untuk membangun jembatan pertukaran budaya dan membangkitkan vitalitas baru bagi Grand Canal sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO melalui sebuah perayaan musik lintas batas," jelas Zhang Yan, Direktur Biro Kebudayaan dan Pariwisata Distrik Tongzhou.