Beijing, Bharata Online - Tiongkok akan meningkatkan investasi dalam penelitian dan pengembangan kecerdasan buatan (AI), berupaya memfasilitasi penerapannya, serta mendorong pembangunan ekosistem AI sumber terbuka (open-source), demikian disampaikan oleh seorang pejabat dari Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi (Ministry of Industry and Information Technology/MIIT) negara tersebut pada hari Rabu (26/8).

Liu Yulin, Direktur Departemen Pengembangan Informasi dan Komunikasi MIIT, mengatakan dalam konferensi pers di Beijing bahwa akumulasi unduhan global untuk model AI sumber terbuka asal Tiongkok telah melampaui 10 miliar sejak dimulainya periode Rencana Lima Tahun ke-14 (2021-2025).

Ia juga mengatakan upaya lebih lanjut akan dilakukan dalam tiga aspek berikut selama periode Rencana Lima Tahun ke-15 (2026-2030).

"Pertama-tama, kami akan meningkatkan investasi dalam penelitian dan pengembangan, melakukan inovasi pada metode organisasi, dan memusatkan upaya untuk mencapai terobosan dalam sejumlah teknologi utama. Kami akan melaksanakan inisiatif pembangunan fondasi data industri guna mengubah pengalaman pekerja senior di lini produksi dan inspeksi menjadi sumber daya data yang dapat dimanfaatkan. Kami akan lebih lanjut mendorong inisiatif 'AI plus Perangkat Lunak', mendukung peningkatan cerdas pada perangkat lunak dasar dan perangkat lunak industri, serta menciptakan sejumlah perangkat pemrograman cerdas dan agen cerdas industri untuk menyediakan produk dan layanan yang lebih baik bagi masyarakat," jelas Liu.

Tahun ini, MIIT meluncurkan inisiatif pembangunan fondasi data industri untuk merintis pembuatan kumpulan data industri berkualitas tinggi yang didukung oleh AI.

Kedua, upaya akan dilakukan untuk mendorong penerapan model-model AI.

"Kami akan mendorong semua industri untuk secara berani membuka skenario penerapan dan memungkinkan berbagai perangkat lunak serta agen cerdas untuk terus melakukan optimalisasi dalam lingkungan nyata. Kami akan memberikan jaminan layanan penerapan yang baik, mendorong perusahaan untuk membina tim layanan profesional, serta mendorong seluruh lapisan masyarakat untuk beralih dari sekadar 'menggunakan perangkat lunak' menjadi 'menikmati layanan'," kata Liu.

Ketiga, Tiongkok akan berupaya memperkuat pembangunan ekosistem AI sumber terbuka.

"Kami akan secara gencar mendorong pembangunan ekosistem sumber terbuka dan menginkubasi sejumlah proyek sumber terbuka yang dinamis, khususnya di bidang kecerdasan buatan, sehingga memungkinkan lebih banyak pihak untuk menikmati manfaat dari teknologi sumber terbuka. "Kami akan memperkuat pengembangan talenta sumber terbuka (open-source), memungkinkan lebih banyak orang untuk memahami, menguasai, dan menggunakan sumber terbuka, sehingga menciptakan suasana kolaborasi dan berbagi yang kondusif, serta menyediakan lingkungan pengembangan yang lebih santai dan ramah bagi para wirausahawan dan pengembang," ujar Liu.