Beijing, Bharata Online - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Mao Ning, pada hari Selasa (6/1) menegaskan kembali penentangan tegas Tiongkok terhadap penggunaan kekuatan militer dalam urusan internasional dan menyerukan penghormatan terhadap kedaulatan dan pilihan jalur pembangunan independen semua negara.
Mao menyampaikan pernyataan tersebut dalam konferensi pers ketika ditanya tentang pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB yang diadakan pada hari Senin (5/1) mengenai serangan militer AS terhadap Venezuela.
"Kemarin (5 Januari), Dewan Keamanan PBB mengadakan pertemuan darurat mengenai serangan militer AS terhadap Venezuela. Perwakilan Tiongkok menekankan bahwa cara militer bukanlah solusi untuk masalah, dan penggunaan kekuatan tanpa pandang bulu hanya akan menyebabkan krisis yang lebih besar. Tiongkok dengan tegas mendukung pemerintah dan rakyat Venezuela dalam menjaga kedaulatan, keamanan, dan hak serta kepentingan sah mereka. Tiongkok dengan tegas mendukung negara-negara di kawasan ini dalam mempertahankan status Amerika Latin dan Karibia sebagai zona perdamaian. Tiongkok siap bekerja sama dengan negara-negara di kawasan ini dan komunitas internasional untuk bersama-sama menjaga perdamaian dan stabilitas di Amerika Latin dan Karibia," ujar Mao.
"Tiongkok selalu berpendapat bahwa semua negara harus menghormati jalur pembangunan yang dipilih secara independen oleh rakyat negara lain, mematuhi hukum internasional dan tujuan serta prinsip-prinsip Piagam PBB. Kekuatan-kekuatan besar, khususnya, harus memberi contoh. Tidak ada negara yang boleh bertindak sebagai polisi internasional, dan tidak ada negara yang boleh menganggap diri sebagai hakim internasional," kata Mao.
"Tiongkok menganjurkan pandangan keamanan yang umum, komprehensif, kooperatif, dan berkelanjutan. Kami menghormati kedaulatan dan integritas wilayah semua negara, menganggap penting kekhawatiran keamanan mereka yang sah, dan bersikeras untuk menyelesaikan perbedaan dan perselisihan antar negara melalui dialog dan konsultasi secara damai. Inilah pendekatan Tiongkok untuk mengatasi tantangan keamanan global dan mencapai keamanan universal dan bersama. Kami siap bekerja sama dengan semua negara untuk menegakkan otoritas hukum internasional, menentang hukum rimba dan campur tangan dalam urusan internal negara lain, dan bersama-sama menjaga perdamaian dan stabilitas dunia," jelas Mao.