Beijing, Bolong.id - Perusahaan raksasa Tiongkok, Xiaomi Corp memperkirakan bahwa krisis chip global kini, akan mengurangi pengiriman smartphone tahun ini antara 10 hingga 20 juta unit. Pihaknya akan berupaya mengatasi kekurangan pasokan.
\r\n\r\nDilansir dari 快科技 pada Selasa (23/11/2021), komentar itu muncul setelah Xiaomi mengumumkan kinerja kuartal III 2021, pada Selasa (23/11/2021. Pendapatan naik 8,2 persen tahun-ke-tahun menjadi 78,1 miliar yuan (sekitar Rp 174,3 T). Laba bersih naik 25,4 persen tahun-ke-tahun menjadi 5,2 miliar yuan (sekitar Rp 11,6 T).
\r\n\r\nWang Xiang, presiden Xiaomi, mengatakan kekurangan pasokan akan berlanjut pada kuartal terakhir tahun 2021 dan kemungkinan akan berlanjut hingga paruh pertama tahun 2022.
\r\n\r\nTetapi situasinya kemungkinan akan membaik secara signifikan pada paruh kedua tahun depan.
\r\n\r\nPada kuartal September, pengiriman smartphone global Xiaomi masih mencapai 43,9 juta unit, meskipun ada kekurangan komponen utama secara global.
\r\n\r\nMenurut perusahaan riset pasar Canalys, pangsa pasar pengiriman smartphone Xiaomi pada kuartal ketiga menempati peringkat No 1 di 11 negara dan wilayah dan di antara lima teratas di 59 negara dan wilayah secara global.
\r\n\r\nSementara itu, Xiaomi mengatakan pengguna aktif global selama 30 hari dari sistem operasi MIUI-nya telah melampaui 500 juta pada 22 November 2021, menandai tonggak sejarah lain bagi perusahaan.
\r\n\r\nPada kuartal ketiga, profitabilitas Xiaomi terus menguat karena pendapatan layanan internet mencapai 7,3 miliar yuan, mencapai level tertinggi baru setiap kuartal dan menunjukkan peningkatan 27,1 persen tahun-ke-tahun.