Forum Transportasi Berkelanjutan Global 2023 yang bertema “Transportasi Berkelanjutan: Bekerja Sama Bergandengan Tangan Mendukung Pembangunan Global”, dibuka di Beijing pada hari Senin kemarin (25/9), para hadirin mengadakan pertukaran luas dan diskusi yang beragam mengenai topik mendorong interkonektivitas era digital, serta mempercepat transformasi transportasi global yang ramah lingkungan dan rendah karbon.

Para peserta forum berpendapat bahwa saat ini, Tiongkok telah membangun jaringan jalur kereta cepat, jaringan jalan raya dan jaringan pos ekspres yang terbesar di dunia, serta kelompok pelabuhan tingkat dunia, sedangkan pada saat yang bersamaan, selain mewujudkan pembangunannya sendiri, Tiongkok juga berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur transportasi banyak negara, terutama negara-negara pembangun bersama “Sabuk dan Jalan”, serta telah menyediakan “solusi transportasi Tiongkok” untuk memperbaiki kondisi perjalanan dan efisiensi sarana logistik rakyat di negara-negara dan kawasan terkait.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perhubungan Laos, Ngampasong Meuongmani mengatakan bahwa Jalur Kereta Tiongkok-Laos telah mengisi koneksi yang hilang di kawasan ASEAN, Tiongkok adalah motor penggerak ekonomi penting di kawasan ini, tidak hanya saling menghubungkan antara Laos dan Tiongkok, tetapi juga mendorong dan mendukung pembangunan berkelanjutan negara-negara lain di ASEAN.

Tiongkok berusaha memperdalam interkonektivitas, 10 tahun sejak Inisiatif “Sabuk dan Jalan” diajukan, konektivitas antar infrastruktur dan konektivitas antar perencanaan dan standar terus didorong, taraf transportasi negara-negara sepanjang jalur terus meningkat, proyek Kereta Api Tiongkok Ekspres, Kereta Api Tiongkok-Laos, Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Kereta Api Hungaria-Serbia dan Port of Piraeus secara efektif memainkan peran utama sebagai penggerak di daerah setempat. 

Pewarta : CRI