Liuzhou, Bharata Online - Gempa bumi berkekuatan 5,2 skala Richter yang melanda Liuzhou di wilayah otonom Guangxi Zhuang, Tiongkok Selatan, pada Senin (18/5) pagi telah menyebabkan runtuhnya sembilan rumah tinggal, dengan dua orang berhasil diselamatkan hingga pukul 01:30, menurut pihak berwenang setempat.

Menurut Pusat Jaringan Gempa Tiongkok atau China Earthquake Networks Center (CENC), gempa tersebut terjadi di Distrik Liunan di Liuzhou pada Senin (18/5) pukul 00:21 waktu Beijing. Pusat gempa dipantau pada lintang 24,38 derajat utara dan bujur 109,26 derajat timur, pada kedalaman delapan kilometer.

Getaran dirasakan di daerah perkotaan Liuzhou, Guilin, Guigang, Wuzhou, Hechi, Nanning, dan Laibin.

Administrasi Gempa Tiongkok memulai respons darurat Level III setelah gempa, sementara Biro Gempa Guangxi mengaktifkan respons darurat Level II.

Laporan sebelumnya menyebutkan beberapa rumah pinggir jalan yang dibangun sendiri telah runtuh di Kota Taiyangcun, dekat pusat gempa, dengan retakan juga ditemukan di beberapa bangunan.

Operasi pencarian dan penyelamatan sedang berlangsung. Tim penyelamat dari Brigade Pemadam Kebakaran Liunan, yang terdiri dari 30 personel dan empat kendaraan, telah tiba di lokasi kejadian, sementara tim penyelamat tambahan telah dikerahkan.

Biro Gempa Guangxi juga telah mengirimkan tim beranggotakan 23 orang dari unit penyelamat Huaxi, salah satu tim penyelamat darurat tambang nasional Tiongkok, ke daerah yang terkena dampak.

Tim penyelamat gempa profesional dari departemen pemadam kebakaran di Nanning, Liuzhou, Guilin, Guigang, dan Laibin dimobilisasi setelah gempa, mengerahkan total 51 mobil pemadam kebakaran, 315 personel penyelamat, dan tujuh anjing pelacak. Di antara mereka, total 90 penyelamat dari brigade Liuzhou telah tiba di pusat gempa dengan 17 mobil pemadam kebakaran dan tiga anjing pelacak, dan sedang melakukan operasi pencarian dan penyelamatan.