Liverpool, Bharata Online - Drone pertanian buatan Tiongkok merevolusi metode pertanian tradisional di seluruh Inggris Raya, membawa efisiensi dan keberlanjutan ke pedesaan dari langit.
Mulai dari membersihkan rumah kaca hingga memantau kesehatan tanaman dan menanam benih, kendaraan udara tak berawak ini membantu petani meningkatkan produktivitas sekaligus memangkas biaya, dengan analis industri memperkirakan bahwa ribuan pertanian Inggris akan mengadopsi teknologi ini dalam beberapa tahun mendatang.
Meskipun sebagian besar aktivitas pertanian berkaitan dengan apa yang terjadi di darat, drone pertanian ini membantu membuat perbedaan nyata dari atas langit.
Drone yang diproduksi oleh perusahaan Tiongkok XAG, perusahaan teknologi pertanian pintar terkemuka di dunia, telah terlihat beroperasi di sebuah pertanian kecil dekat Liverpool.
Pengusaha Robert Pearson menjelaskan bagaimana drone ini digunakan oleh petani untuk membersihkan rumah kaca dari atas, memastikan cukup sinar matahari menembus penutup polietilen untuk menghasilkan panen yang lebih menjanjikan.
"Jika Anda bisa membersihkan plastik polietilen setiap tahun, Anda akan mampu mempertahankan hasil panen yang melimpah setiap tahunnya, jadi ini merupakan keuntungan besar bagi petani dan juga lingkungan, karena penggunaan plastik polietilen berkurang," kata Pearson, CEO Autospray Systems Ltd, sebuah perusahaan yang mengkhususkan diri dalam solusi drone pertanian.
Potensi penggunaan drone yang luas ini dapat sepenuhnya mengubah metode pertanian modern, membantu memantau tanaman dan, dalam beberapa kasus, menanam benih. Beberapa orang percaya bahwa drone itu bahkan dapat membantu menumbuhkan hutan, dengan menjatuhkan ratusan benih hanya dalam beberapa menit.
Menurut data dari perusahaan konsultan bisnis PwC, munculnya drone itu diperkirakan akan sangat mengurangi biaya dan meningkatkan produktivitas, menambah 2 miliar dolar AS (sekitar 33,86 triliun rupiah) ke perekonomian Inggris pada akhir dekade ini.