Tiongkok, Bharata Online - Kebijakan fiskal dan keuangan Tiongkok yang terkoordinasi, yang bertujuan untuk meningkatkan permintaan domestik, terus menunjukkan dampaknya dengan mendorong investasi swasta serta konsumsi rumah tangga.
Mulai Agustus tahun ini, pinjaman modal kerja yang baru diterbitkan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) swasta yang memenuhi syarat telah dimasukkan ke dalam cakupan kebijakan subsidi bunga.
Hanya dalam kurun waktu Agustus dan September 2026, lebih dari 500.000 UMKM di seluruh Tiongkok telah memperoleh manfaat dari kebijakan tersebut, dengan nilai pinjaman modal kerja baru yang mencapai lebih dari 1,8 triliun yuan (sekitar 4.906 triliun rupiah).
Di sektor-sektor seperti katering dan akomodasi, layanan kesehatan dan perawatan lansia, budaya, pariwisata dan olahraga, serta layanan ritel, rata-rata volume pinjaman baru per bulan meningkat sekitar 30 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Kebijakan tersebut mendukung dunia usaha dari sisi investasi, sekaligus memacu konsumsi rumah tangga.
Layanan cicilan kartu kredit, seperti untuk pembelian kendaraan dan renovasi rumah, mulai dimasukkan ke dalam cakupan subsidi bunga untuk konsumsi pribadi sejak Agustus tahun ini, dengan batas maksimal subsidi yang ditingkatkan dari 3.000 yuan (sekitar 8,2 juta rupiah) menjadi 5.000 yuan (13,6 juta rupiah).
Data terbaru menunjukkan bahwa sepanjang tiga kuartal pertama tahun ini, rangkaian kebijakan fiskal dan keuangan terkoordinasi untuk meningkatkan permintaan domestik telah memicu investasi swasta dan konsumsi rumah tangga masing-masing senilai lebih dari 2 triliun yuan (sekitar 5.455 triliun rupiah), yang memberikan manfaat bagi 8,36 juta pelaku usaha dan 147 juta konsumen.