Hubei, Radio Bharata Online - Kota-kota tingkat ketiga dan keempat di Tiongkok mengalami peningkatan permintaan perhiasan emas di akhir tahun, yang menunjukkan daya beli yang tinggi dan kuat di kota-kota kecil.

Sebuah survei menunjukkan bahwa kota-kota tingkat ketiga dan keempat telah mengalami peningkatan konsumsi emas sekitar enam persen selama lima tahun terakhir.

Data menunjukkan bahwa jumlah yang dibelanjakan untuk emas per orang di kota-kota tersebut telah meningkat dari 461 yuan (sekitar 1 juta rupiah) pada tahun 2017 menjadi 618 yuan (sekitar 1,3 juta rupiah) pada tahun 2022, melampaui kenaikan rata-rata nasional.

Merek-merek emas juga semakin menargetkan kota-kota tingkat ketiga dan keempat. Bahkan, di kota-kota tingkat kabupaten, karena penduduk di daerah-daerah ini menunjukkan daya beli yang kuat, menghadirkan peluang yang menguntungkan untuk ekspansi.

Di Kabupaten Badong, Enshi Tujia dan Prefektur Otonomi Miao di Provinsi Hubei, Tiongkok tengah, terdapat sebuah jalan emas yang menampilkan enam toko yang letaknya berdekatan.

Salah satu toko perhiasan mengatakan bahwa semakin banyak pelanggan yang membeli perhiasan emas dan berlian sebagai hadiah untuk tahun baru yang akan datang, terutama pasangan muda.

"Setiap hari, toko kami menerima kunjungan dari 200 hingga 300 orang, dengan sekitar 30 hingga 40 orang di antaranya melakukan pembelian. Di daerah seperti kami, sebagian besar dari pembelian ini adalah untuk perhiasan emas yang ditujukan untuk pernikahan. Pesanan seperti itu pasti terjadi pada akhir setiap tahun. Satu set perhiasan pernikahan yang terdiri dari tiga item, yang biasanya terdiri dari gelang, cincin, dan anting-anting untuk satu set lengkap, harganya sekitar 10.000 hingga 20.000 yuan (sekitar 21,8 hingga 44 juta rupiah)," ujar Zhang Rubin, seorang Manajer toko perhiasan setempat.

"Saat ini kami mengoperasikan dua toko di Badong dan berencana untuk membuka toko ketiga. Setiap toko memiliki luas sekitar 600 meter persegi dan menerima lebih dari 100 pengunjung setiap harinya," kata Tang Zhengrong, Manajer toko perhiasan setempat.

Di Quzhou, sebuah kota tingkat empat di provinsi Zhejiang, Tiongkok timur, juga terdapat sebuah jalan yang hanya membentang sepanjang 200 meter, namun menjadi rumah bagi 15 toko emas, yang sebagian besar telah dibuka dalam dua hingga tiga tahun terakhir.

"Kami sekarang memiliki empat toko di Quzhou, tiga di antaranya dibuka satu per satu setelah tahun 2020," kata Huang Fangxia, Manajer sebuah toko perhiasan lokal di kota tersebut.

Seiring dengan meningkatnya penjualan, muncul pula persaingan antar toko. Sebagai tanggapan, para pemilik toko melakukan beragam kegiatan promosi untuk menarik pelanggan.

"Promosi kami saat ini menawarkan potongan harga untuk berlian dengan pembelian emas. Sebelumnya, berlian yang dijual dengan satu kali penawaran tidak dikenakan potongan harga. Sekarang kupon diskon dapat digunakan untuk semua produk berlian, dan ini benar-benar menguntungkan pelanggan," ujar Mao Xiaohong, seorang Manajer toko di Kota Quzhou.

Penduduk setempat mengatakan bahwa mereka juga mengawasi harga emas, menunjukkan antusiasme terhadap emas di masa mendatang, terutama menjelang tahun baru dan Festival Musim Semi yang akan berlangsung sebulan lagi.