Beijing, Radio Bharata Online - Konferensi tingkat menteri ke-10 Forum Kerja Sama Tiongkok dan Negara-negara Arab yang akan datang memberikan kesempatan untuk lebih meningkatkan hubungan antara Tiongkok dan dunia Arab dan mempromosikan perdamaian regional, menurut para ahli dari kedua belah pihak.
Forum yang akan diadakan di Beijing pada hari Kamis (30/5) itu akan mempelajari langkah-langkah spesifik untuk mengimplementasikan konsensus yang dicapai oleh para pemimpin, memperluas kerja sama Tiongkok-Arab di berbagai bidang dan mempromosikan pembangunan komunitas China-Arab dengan masa depan bersama, menurut Wakil Menteri Luar Negeri Tiongkok, Deng Li, dalam konferensi pers yang diadakan di Beijing pada hari Senin (27/5).
Menurutnya, pertemuan tersebut berencana untuk mengadopsi sejumlah dokumen hasil untuk lebih membangun konsensus antara Tiongkok dan negara-negara Arab dan merencanakan tahap kerja sama berikutnya.
"Konteks menyeluruh untuk forum (konferensi) ini adalah munculnya dua tren utama dalam beberapa tahun terakhir di panggung internasional: tren menuju kekacauan, perpecahan, dan sanksi, dan tren menuju pembangunan damai. Jelas bahwa baik Tiongkok maupun negara-negara Arab berkomitmen untuk pembangunan ekonomi dan perdamaian regional. Tiongkok dan dunia Arab memiliki aspirasi, tujuan, dan kepentingan yang sama, baik secara global maupun di Timur Tengah," kata Niu Xinchun, Direktur Eksekutif Institut Penelitian Tiongkok-Arab di Universitas Ningxia, barat laut Tiongkok.
Tahun ini menandai ulang tahun ke-20 berdirinya Forum Kerja Sama Negara-Negara Tiongkok-Arab. Selama dua dekade terakhir, forum ini telah membentuk 19 mekanisme penting, termasuk pertemuan tingkat menteri, dialog politik strategis, forum reformasi dan pembangunan, serta konferensi kerja sama energi. Platform-platform ini telah memfasilitasi penerbitan 85 dokumen hasil yang signifikan, yang menjadi tolok ukur untuk kerja sama kolektif di antara negara-negara berkembang.
Pada KTT Negara-negara Tiongkok-Arab pertama pada tahun 2022, kedua belah pihak sepakat untuk membangun komunitas Tiongkok-Arab dengan masa depan bersama di era baru, dan hubungan Tiongkok-Arab memasuki era baru pendalaman pembangunan yang komprehensif.
"Sejak didirikan, Forum Kerja Sama Negara-Negara Arab-Tiongkok selalu berfokus pada kerja sama dan kepentingan bersama antara negara-negara Arab dan Tiongkok di bidang politik, budaya dan ekonomi, membantu kedua belah pihak memperkuat hubungan persahabatan yang telah terjalin selama ribuan tahun," ujar Ahmed Mustafa Fahmy, Kepala Kantor Perwakilan Liga Negara-Negara Arab di Tiongkok.
Wang Yi, anggota Biro Politik Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok dan Menteri Luar Negeri Tiongkok, akan memimpin pertemuan tersebut bersama dengan Mohamed Salem Ould Merzouk, Menteri Kerja Sama Luar Negeri Mauritania.
Ahmed Aboul Gheit, Sekretaris Jenderal Liga Negara-negara Arab, bersama dengan para menteri luar negeri atau perwakilan negara-negara Arab juga akan menghadiri pertemuan tersebut.