Beijing, Bharata Online - Tiongkok menyerukan kepada pihak-pihak terkait untuk melakukan upaya bersama guna memulihkan navigasi normal melalui Selat Hormuz sesegera mungkin, kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Mao Ning, pada hari Rabu (8/4).

Setelah ketegangan yang meningkat selama beberapa minggu, Iran dan Amerika Serikat telah menyepakati gencatan senjata selama 2 minggu kurang dari dua jam sebelum tenggat waktu yang ditetapkan oleh Presiden AS, Donald Trump, dan akan mengadakan negosiasi di Pakistan.

Kerugian ekonomi telah timbul akibat gangguan pengiriman selama beberapa minggu di sepanjang Selat Hormuz, jalur penting yang dilalui sebagian besar minyak, gas alam cair, dan pupuk dunia.

Saat menjawab pertanyaan tentang Selat Hormuz pada konferensi pers rutin di Beijing, Mao mengatakan stabilitas di kawasan itu adalah kepentingan bersama komunitas internasional.

"Selat Hormuz merupakan jalur perdagangan internasional yang penting untuk barang dan energi. Menjaga keamanan, stabilitas, dan kelancaran lalu lintas di wilayah ini adalah kepentingan bersama komunitas internasional. Kami berharap semua pihak akan bekerja sama untuk mendorong pemulihan navigasi normal melalui selat ini secepat mungkin," ujar Jubir tersebut.