Suzhou, Bharata Online - Tiongkok berencana untuk memperkuat perlindungan hak-hak lingkungan dalam lima tahun ke depan, menurut sebuah dokumen yang dirilis pada hari Kamis (11/6) oleh Kantor Informasi Dewan Negara.
Rencana Aksi Hak Asasi Manusia Nasional Tiongkok (2026-2030), yang dirilis pada pembukaan Forum Tata Kelola Hak Asasi Manusia Global 2026, menguraikan upaya Tiongkok untuk melindungi hak asasi manusia dalam lima tahun ke depan, termasuk perlindungan hak-hak lingkungan.
Rencana tersebut menekankan hak untuk meningkatkan sistem tata kelola lingkungan modern melalui cara-cara seperti menerapkan kode ekologi dan lingkungan, memperkuat pengungkapan informasi lingkungan dan partisipasi publik, serta mempromosikan gaya hidup dan kebiasaan konsumen yang sederhana, moderat, hijau, rendah karbon, dan sehat.
Laporan tersebut menegaskan kembali upaya untuk memajukan perjuangan penting melawan polusi, termasuk polusi udara, sumber daya air, lingkungan perairan, ekosistem perairan, tanah dan limbah padat, kebisingan, dan polusi laut.
Laporan tersebut berjanji untuk meningkatkan keanekaragaman, stabilitas, dan keberlanjutan ekosistem melalui upaya-upaya termasuk penegakan ketat garis merah untuk konservasi ekologi.
Hal ini menegaskan pentingnya mengatasi perubahan iklim, dan menegaskan kembali komitmen negara untuk mencapai puncak emisi karbon pada tahun 2030 sesuai jadwal.