Zambia, Bharata Online - Saat pertemuan politik tertinggi Tiongkok, "Dua Sesi", diselenggarakan minggu ini, para pakar internasional menyoroti pencapaian ganda negara tersebut dalam pertumbuhan ekonomi dan kemajuan sosial, serta menyatakan keyakinan pada arah perkembangannya di tahun mendatang.
"Dua Sesi", yang merujuk pada pertemuan tahunan Kongres Rakyat Nasional (KRN), badan kekuasaan negara tertinggi Tiongkok, dan Konferensi Konsultatif Politik Rakyat Tiongkok atau Chinese People's Political Consultative Conference (CPPCC), badan penasihat tertinggi, akan mempertemukan ribuan anggota parlemen dan penasihat politik dari seluruh negeri untuk melakukan musyawarah serentak.
Tahun ini, sesi keempat KRN ke-14 dijadwalkan dibuka pada hari Kamis (5/3), sementara sesi keempat Komite Nasional CPPCC ke-14 telah dibuka pada hari Rabu (4/3).
Seiring meningkatnya antisipasi untuk "Dua Sesi", Jorg Scheer, Manajer Umum Harting Customized Solutions Management Company dari Jerman, menggarisbawahi perencanaan strategis jangka panjang Tiongkok dan perannya yang semakin meluas di industri-industri maju.
"Tiongkok telah merumuskan rencana jangka panjang, dan di beberapa bidang, negara ini telah muncul sebagai pemimpin pasar global, seperti dalam bidang kendaraan otonom, semikonduktor dan mikrochip, serta robot humanoid. Tidak diragukan lagi, Tiongkok telah menjadi kekuatan besar di panggung dunia dan secara bertahap memikul tanggung jawabnya untuk mendorong interaksi global yang lebih positif. Mari kita fokus pada apa yang benar-benar penting, yaitu berbisnis bersama. Inilah sinyal yang saya harapkan akan muncul dari 'Dua Sesi'," ujar Scheer.
Pakar politik Zambia, Jeff Ngoma, menyoroti pencapaian gabungan Tiongkok dalam ekspansi ekonomi dan pembangunan sosial sebagai bukti meningkatnya kedudukan globalnya.
"Tiongkok telah berprestasi luar biasa secara ekonomi dan sosial. Anda akan setuju dengan saya bahwa saat ini, Tiongkok adalah ekonomi terbesar kedua di dunia, dan mereka telah berprestasi luar biasa dalam hal pengurangan kemiskinan, pertumbuhan PDB, dan sebagainya. Mereka melakukan segala upaya untuk memastikan bahwa mereka terus bergerak ke arah itu,” kata Ngoma.
"Dua Sesi" ini menawarkan jendela penting untuk memahami bagaimana Tiongkok menetapkan prioritasnya, mulai dari manajemen ekonomi hingga pembangunan sosial dan kebijakan luar negeri.
Pusat perhatian tertuju pada Laporan Kerja Pemerintah, yang akan disampaikan oleh Perdana Menteri Tiongkok, Li Qiang. Laporan ini meninjau kinerja pemerintah selama setahun terakhir dan menjabarkan prioritas kebijakan serta target utama untuk tahun mendatang.
Menjelang pertemuan tersebut, para analis tahun ini mengamati sinyal-sinyal mengenai apakah Tiongkok akan meningkatkan pengeluaran domestik, mendukung bisnis, terus mendorong kekuatan produktif berkualitas baru yang digerakkan oleh inovasi, memperkuat perlindungan lingkungan, menstabilkan lapangan kerja, dan lebih membuka ekonominya.
Tahun ini menandai dimulainya periode Rencana Lima Tahun ke-15 Tiongkok, yang berlangsung dari tahun 2026 hingga 2030, periode yang secara luas dianggap penting bagi pembangunan jangka panjang negara tersebut. Rencana tersebut diharapkan akan secara resmi disahkan oleh Kongres Rakyat Nasional (KRN) selama "Dua Sesi" dengan target yang lebih rinci akan dirilis kemudian.