Beijing, Bharata Online - Investasi aset tetap Tiongkok turun 3,8 persen secara tahunan pada tahun 2025, menurut data dari Biro Statistik Nasional (BSN) negara tersebut pada hari Senin (19/1).
Pada konferensi pers yang memperkenalkan kinerja ekonomi nasional Tiongkok pada tahun 2025, Kang Yi, Kepala NBS, memberikan angka-angka rinci.
"Pada tahun 2025, investasi dalam aset tetap (tidak termasuk rumah tangga pedesaan) mencapai 48.518,6 miliar yuan (sekitar 118 ribu triliun rupiah), turun 3,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Investasi dalam aset tetap turun 0,5 persen setelah dikurangi investasi dalam pengembangan real estat," ujar Kang.
"Jika diuraikan berdasarkan sektor, investasi infrastruktur turun 2,2 persen, manufaktur naik 0,6 persen, dan pengembangan real estat turun 17,2 persen. Luas lantai perumahan komersial baru yang terjual adalah 881,01 juta meter persegi, turun 8,7 persen; dan total penjualan perumahan komersial baru adalah 8.393,7 miliar yuan (sekitar 20 ribu triliun rupiah), turun 12,6 persen," jelasnya.
"Dari segi industri, investasi di industri primer naik 2,6 persen; di industri sekunder turun 2,5 persen; dan di industri tersier turun 7,4 persen. Investasi swasta turun 6,4 persen. Tidak termasuk investasi di pengembangan real estat, investasi swasta turun 1,9 persen. Mengenai industri teknologi tinggi, investasi di bidang jasa informasi, dan manufaktur kendaraan dan peralatan kedirgantaraan tumbuh masing-masing sebesar 28,4 persen dan 16,9 persen. Pada bulan Desember, investasi aset tetap (tidak termasuk rumah tangga pedesaan) menurun 1,13 persen secara bulanan," kata Kang.