Entebbe, Radio Bharata Online - Tim-tim Perahu Naga turun ke perairan Danau Victoria di tepi pantai Uganda tengah pada hari Minggu (9/6) lalu untuk berkompetisi dalam perlombaan tradisional yang diadakan selama Festival Perahu Naga atau Duanwu yang jatuh pada hari Senin (10/6) tahun ini.
Perusahaan-perusahaan Tiongkok di Uganda mengirimkan para pendayung terbaiknya, baik dari Tiongkok maupun Uganda, untuk berkompetisi dalam perlombaan Perahu Naga, yang juga menarik minat para peserta dari masyarakat setempat.
Suara riuh memenuhi udara ketika para pendukung bersorak untuk tim mereka, dalam sebuah acara yang menurut para analis merupakan tanda tumbuhnya hubungan Uganda-Tiongkok dalam bidang diplomasi, ekonomi, dan budaya.
"Sangat menarik. Meskipun mendebarkan dan sekaligus menakutkan, namun pengalaman ini sangat berharga," ujar Emmanuel Sserwano, salah seorang peserta.
"Benar-benar permainan yang luar biasa hari ini. Saya sangat menikmatinya, karena kami melihat orang Uganda dan Tiongkok, kami bekerja sama dalam satu perahu dan kami menikmati festival ini," ujar Guo Wenxiu, peserta lainnya.
Upacara menandai mata adalah awal yang penting dalam perlombaan selama festival karena para pembalap melukis mata pada naga mereka untuk membantu mereka menavigasi air.
Fan Xuecheng, Kuasa Usaha ad interim Kedutaan Besar Tiongkok di Uganda, mengatakan bahwa Festival Perahu Naga merupakan tradisi utama yang menyatukan masyarakat Tiongkok, dan mengadakan perlombaan Perahu Naga di Uganda akan membantu membangun hubungan antara kedua negara.
"Kerja sama budaya dan pariwisata Tiongkok-Uganda memiliki potensi yang sangat besar dan prospek yang luas," katanya.
Berawal lebih dari 2.000 tahun yang lalu, Festival Perahu Naga atau Duanwu, memperingati penyair besar Qu Yuan. Hari ini, festival itu juga merupakan acara khusus di Tiongkok untuk berkumpul kembali dengan keluarga, menyantap jajanan tradisional dan menikmati cuaca awal musim panas.