Beijing, Radio Bharata Online - Ajay Banga, Presiden Grup Bank Dunia, memuji kerja sama antara Tiongkok dan Bank Dunia sebagai contoh yang patut diteladani, dengan menekankan pentingnya pembelajaran bersama dan dukungan finansial antara kedua belah pihak.

Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan China Media Group (CMG), Banga menguraikan kerja sama antara Tiongkok dan Bank Dunia, menekankan bahwa pelajaran dan praktik-praktik dari pembangunan Tiongkok dapat membantu dan menginspirasi negara-negara lain.

"Saya rasa Tiongkok adalah salah satu negara yang menjadi contoh kasus, dalam beberapa hal, tentang bagaimana seharusnya Bank Dunia bekerja sama dengan suatu negara. Tiongkok pada suatu waktu, 40 tahun yang lalu, adalah penerima hibah IDA. Dan IDA adalah bagian dari bank yang meminjamkan uang kepada negara-negara yang paling membutuhkan. Dari sana, Tiongkok menjadi salah satu donor terbesar di bank ini. Ini adalah kisah yang sempurna tentang bagaimana Anda mendapatkan pendapatan dan uang dari bank ketika Anda membutuhkannya, dan kemudian saatnya tiba, dan Anda menjadi lebih baik, dan Anda dapat membantu negara lain," katanya.

Menurut Banga, Tiongkok telah memanfaatkan sepenuhnya dua aspek utama Bank Dunia, yakni pendanaan dan keahlian. Keduanya sangat penting dalam kerja sama mereka selama beberapa dekade terakhir.

"Sejak awal, Tiongkok dan pemerintahnya melakukan semacam kolaborasi dengan Bank Dunia, yang fokusnya tidak hanya pada uang tetapi juga pada pengetahuan. Dan saya pikir ide untuk menarik pengetahuan dari bank dan dari orang-orang kami serta keahlian kami dan kemudian menggunakannya untuk proyek-proyek dan pengembangan di Tiongkok, dan sekarang mengambil pengalaman Tiongkok dan menggunakannya di tempat lain. Sekali lagi, ini merupakan contoh kasus bagi Bank Dunia," kata Banga.

Banga menekankan dampak global dari inisiatif pembangunan berkelanjutan Tiongkok dan peran ganda Bank Dunia dalam menyediakan sumber daya keuangan dan intelektual.

"Gagasan tentang apa yang Anda lakukan dengan pertumbuhan hijau dan berkelanjutan telah digunakan di tempat lain. Sistem kereta api Anda, infrastruktur Anda, adalah hal-hal yang dapat digunakan di tempat lain. Jadi, gagasan tentang model pembelajaran yang belajar dua arah sama pentingnya dengan uang. Dan saya katakan kepada semua orang bahwa Bank Dunia adalah bank uang dan bank pengetahuan, dan Tiongkok telah memanfaatkan keduanya," katanya.

Didirikan pada tahun 1944, Bank Dunia memiliki 189 negara anggota dan lima organisasi anak perusahaan. Melalui pemberian pinjaman, kredit, dan bantuan teknis, Bank Dunia mendukung pembangunan negara-negara berkembang di bidang pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, pertanian, dan sebagainya. Selama bertahun-tahun, Bank Dunia telah memainkan peran penting dalam mengurangi kemiskinan, mendorong pembangunan berkelanjutan, dan menyelesaikan tantangan global.

Pada tanggal 15 Mei 1980, Tiongkok secara resmi kembali menjadi anggota Bank Dunia. Pada tahun 1981, Bank Dunia dan anak perusahaannya, International Development Association (IDA), memberikan pinjaman campuran pertama senilai 200 juta dolar AS (sekitar 3,3 triliun rupiah) kepada Tiongkok untuk mendukung pengembangan pendidikan tinggi di Tiongkok.

Selama 40 tahun terakhir, Tiongkok telah beralih dari meminjam dari Bank Dunia menjadi menyumbang kepada bank atas inisiatifnya sendiri dan dari negara anggota biasa menjadi pemegang saham terbesar ketiga. Kerja sama Tiongkok dengan Bank Dunia telah menyaksikan perkembangan pesat ekonominya dan juga mendorong Tiongkok untuk memainkan peran yang semakin penting di panggung dunia.