Beijing, Bharata Online - Tidak adil, tidak masuk akal, dan tidak mungkin untuk menuntut Tiongkok bergabung dalam negosiasi perlucutan senjata nuklir dengan Rusia dan Amerika Serikat pada tahap saat ini, kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Mao Ning, dalam konferensi pers di Beijing pada hari Jumat (27/2).

Ia menyampaikan pernyataan tersebut sebagai tanggapan atas pertanyaan media mengenai pernyataan Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, pada hari Kamis (26/2) tentang masalah tersebut.

"Tiongkok telah memperjelas posisinya dalam masalah ini pada beberapa kesempatan. Sebagai negara dengan persenjataan nuklir yang besar, Amerika Serikat memikul tanggung jawab khusus dan utama untuk sungguh-sungguh memajukan perlucutan senjata nuklir, yang mewakili konsensus luas komunitas internasional. Kekuatan nuklir Tiongkok tidak sebanding dengan kekuatan nuklir AS dan Rusia. Pada tahap saat ini, tidak adil, tidak masuk akal, dan tidak mungkin untuk menuntut Tiongkok berpartisipasi dalam apa yang disebut negosiasi perlucutan senjata nuklir trilateral antara Tiongkok, AS, dan Rusia," ujarnya.