Beijing, Radio Bharata Online - Produk Domestik Bruto (PDB) Tiongkok tumbuh 5,2 persen dari tahun ke tahun ke rekor tertinggi 126,06 triliun yuan (sekitar 275 ribu triliun rupiah) pada tahun 2023, menurut data yang dirilis oleh Biro Statistik Nasional (National Bureau of Statistics/NBS) Tiongkok pada hari Kamis (29/2).
Secara kuartalan, ekonomi Tiongkok meningkat 4,5 persen tahun ke tahun pada kuartal pertama, 6,3 persen pada kuartal kedua, 4,9 persen pada kuartal ketiga, dan 5,2 persen pada kuartal keempat 2023. Hal ini menunjukkan pola rendah di awal tahun, memuncak di pertengahan, dan stabil kemudian, memperkuat tren kenaikan.
Analis Tiongkok mengatakan bahwa angka PDB menunjukkan bahwa ekonomi Tiongkok telah mencapai pertumbuhan yang sangat stabil dan keluar dari bayang-bayang pandemi Covid-19 selama 12 bulan terakhir.
Dari total ini, nilai tambah industri primer mencapai 8.975,5 miliar yuan (sekitar 19,6 triliun rupiah, naik 4,1 persen dari tahun sebelumnya, industri sekunder mencapai 48.258,9 miliar yuan (sekitar 106 triliun rupiah), naik 4,7 persen, dan industri tersier mencapai 68.823,8 miliar yuan (sekitar 150 triliun rupiah), naik 5,8 persen.
Nilai tambah industri primer menyumbang 7,1 persen dari PDB, industri sekunder menyumbang 38,3 persen, dan industri tersier menyumbang 54,6 persen.
Kontribusi pengeluaran konsumsi akhir terhadap laju pertumbuhan PDB naik 4,3 poin persentase, pembentukan modal bruto terhadap laju pertumbuhan PDB naik 1,5 poin persentase, dan ekspor neto barang dan jasa terhadap laju pertumbuhan PDB turun 0,6 poin persentase.
PDB per kapita Tiongkok pada tahun 2023 adalah 89.358 yuan (sekitar 195,2 juta rupiah), naik 5,4 persen dari tahun sebelumnya. Pendapatan nasional bruto pada tahun 2023 adalah 125.129,7 miliar yuan (sekitar 274 triliun rupiah), naik 5,6 persen dari tahun sebelumnya. Produktivitas tenaga kerja secara keseluruhan adalah 161.615 yuan (sekitar 353 juta rupiah) per orang, naik 5,7 persen dari tahun sebelumnya.