Beijing, Bharata Online - Amerika Serikat harus mengindahkan seruan komunitas internasional dan segera menghentikan semua blokade, sanksi, paksaan, dan tekanan terhadap Kuba, kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Mao Ning, pada hari Kamis (4/6) di Beijing.
"AS tidak dapat membenarkan blokade dan sanksi ilegal terhadap Kuba dengan tuduhan yang dibuat-buat dan fitnah tanpa dasar," kata Mao dalam konferensi pers rutin ketika diminta untuk mengomentari pernyataan baru-baru ini oleh Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio.
"Mengarang alasan dan menyebarkan rumor serta fitnah tidak dapat dijadikan pembenaran atas blokade brutal dan sanksi ilegal AS terhadap Kuba. Amerika Serikat telah lama menerapkan sanksi dan embargo sepihak terhadap Kuba, yang telah menghancurkan ekonomi dan mata pencaharian rakyat Kuba, serta membawa penderitaan yang sangat besar bagi rakyat Kuba. Komunitas internasional secara luas menentang hal ini. Tiongkok dengan tegas mendukung Kuba dalam menjaga kedaulatan dan keamanan nasionalnya serta menolak campur tangan eksternal. Amerika Serikat harus mendengarkan seruan komunitas internasional dan segera serta sepenuhnya mengakhiri blokade, sanksi, paksaan, dan tekanan terhadap Kuba," ujar Mao.
Rubio dilaporkan mengabaikan pernyataan seorang senator AS pada 2 Juni 2026 bahwa tinjauan menyeluruh oleh komunitas intelijen di bawah pemerintahan Biden telah menyimpulkan bahwa tidak ada bukti bahwa Kuba terlibat dalam terorisme yang didukung negara.
Sementara itu, ada juga laporan media yang mengatakan bahwa karena kekurangan bahan bakar yang disebabkan oleh embargo minyak Amerika Serikat, PBB tidak dapat secara efektif mendistribusikan hampir 20.000 ton makanan di Kuba.