Maroko, Radio Bharata Online - Maroko telah muncul sebagai salah satu tujuan utama investasi Tiongkok di Afrika, dan para analis percaya bahwa negara itu akan memainkan peran penting dalam Prakarsa Sabuk dan Jalan yang diusulkan Tiongkok. 

Perusahaan-perusahaan Tiongkok telah berinvestasi besar-besaran di Maroko, dengan beberapa perusahaan merambah sektor teknologi dan otomotif. Pada tahun 2022, investor dari Tiongkok memompa sekitar 282,7 juta dolar AS (sekitar 4,5 triliun rupiah) ke dalam aset-aset di Maroko.

Para investor memandang Maroko sebagai pasar penting untuk berekspansi ke Afrika, sebagian karena reputasinya sebagai salah satu negara dengan rantai pasokan paling maju di benua ini.

"Investasi Tiongkok di Kerajaan Maroko telah meningkat secara dramatis dalam beberapa tahun terakhir. Mereka telah melampaui tingkat rekor dalam dua tahun terakhir, yaitu satu miliar dolar (sekitar 15,7 triliun rupiah) di sektor industri vital," kata Mohamed Jadri, seorang ekonom Maroko.

Peningkatan investasi Tiongkok di Maroko terjadi ketika negara Afrika Utara ini berusaha untuk mendiversifikasi kemitraan perdagangan internasionalnya.

"Investasi Tiongkok menciptakan nilai tambah dan kesempatan kerja. Inilah yang dibutuhkan Maroko. Ini adalah pengalaman terdepan Tiongkok di semua sektor ekonomi, di bidang otomotif, infrastruktur, teknologi, industri, pabrik desalinasi, dan sektor-sektor lainnya," kata Mustapha Benali, Sekretaris Jenderal Partai Front Pasukan Demokratik Maroko.

Daya tarik Maroko bagi investor Tiongkok juga dijelaskan oleh iklim investasi negara ini dan hubungan perdagangan bebasnya dengan beberapa pasar luar negeri. Para analis mengatakan bahwa Kerajaan Maroko dapat memainkan peran penting dalam keberhasilan Prakarsa Sabuk dan Jalan.

"Semua investasi Tiongkok dapat memainkan peran sebagai pendorong ekonomi Maroko karena Maroko menyediakan iklim investasi yang sangat aman dan modern untuk perusahaan asing. Kemitraan strategis antara kedua negara membuka jalan bagi lebih banyak investasi dan hubungan ekonomi yang lebih kuat. Setiap investasi merupakan langkah tambahan dalam mewujudkan Prakarsa Sabuk dan Jalan," kata Benali.