New York, Bharata Online - Seorang utusan Tiongkok menyerukan kepada komunitas internasional untuk mengambil langkah-langkah segera dan mendesak untuk mencegah eskalasi lebih lanjut konflik di Lebanon dan untuk mendorong pemulihan perdamaian dan stabilitas di kawasan Timur Tengah secepatnya pada hari Selasa (31/3) di New York.

Dewan Keamanan PBB mengadakan pertemuan darurat pada hari Selasa (31/3) untuk membahas situasi di Lebanon di tengah meningkatnya bentrokan antara Israel dan Hizbullah, serta serangan berkelanjutan terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB.

Jean-Pierre Lacroix, Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Operasi Perdamaian, Khaled Khiari, Asisten Sekretaris Jenderal PBB untuk Timur Tengah, Eropa, Amerika, Asia dan Pasifik di Departemen Urusan Politik dan Pembangunan Perdamaian dan Operasi Perdamaian, dan Tom Fletcher, Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Kemanusiaan dan Koordinator Bantuan Darurat, memberikan pengarahan kepada pertemuan tersebut tentang situasi terkini di Lebanon, serangan mematikan terhadap Pasukan Sementara PBB di Lebanon atau United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) dan kondisi kemanusiaan di negara tersebut.

Sun Lei, Wakil Perwakilan Tetap Tiongkok untuk PBB, mengatakan bahwa situasi di Timur Tengah tetap sangat tegang, dengan dampak yang terus menyebar. Prioritas utama saat ini adalah mempromosikan pembicaraan perdamaian, memanfaatkan peluang perdamaian, dan mendorong pengakhiran konflik sesegera mungkin.

"Lebanon tidak boleh menjadi Gaza yang lain. Komunitas internasional tidak boleh membiarkan tragedi Gaza terulang kembali. Tiongkok menyerukan kepada semua pihak yang terlibat untuk segera menghentikan permusuhan dan mendorong de-eskalasi situasi. Israel harus segera menarik semua pasukannya dari Lebanon dan menghormati kedaulatan, keamanan, dan integritas teritorial Lebanon," ujara Sun.

Menurut UNIFIL pada hari Senin (30/3), seorang penjaga perdamaian UNIFIL tewas dan seorang lainnya terluka ketika sebuah proyektil meledak di posisi UNIFIL dekat sebuah desa di Lebanon selatan.

Sun mendesak tindakan praktis untuk memastikan keselamatan dan kebebasan bergerak para penjaga perdamaian UNIFIL, dan untuk melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap semua serangan terhadap para penjaga perdamaian.

"Tiongkok mengutuk keras serangan terhadap UNIFIL. Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas kematian pasukan penjaga perdamaian Indonesia dalam serangan itu dan turut berduka cita atas para korban luka. Setiap serangan yang disengaja terhadap personel penjaga perdamaian PBB merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional dan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701, dan sama sekali tidak dapat diterima serta harus segera dihentikan," tegasnya.