Wuhan, Radio Bharata Online - Produsen mobil Prancis adalah salah satu dari sekian banyak perusahaan top dunia yang telah meningkatkan investasi di Tiongkok untuk memanfaatkan rantai pasokan yang kuat dan pasar yang besar di negara ini.

Investasi tersebut dilakukan di tengah lingkungan global yang penuh tantangan. Menurut Laporan Investasi Dunia 2023 yang dirilis oleh Konferensi PBB tentang Perdagangan dan Pembangunan pada bulan Juli 2023, tekanan penurunan investasi asing langsung di seluruh dunia diperkirakan akan terus berlanjut tahun ini setelah penurunan sebesar 12 persen tahun lalu.

Tapi, menurut survei terbaru, lingkungan investasi Tiongkok tetap menarik bagi perusahaan-perusahaan asing. Buku Putih 2023 tentang Lingkungan Bisnis di Tiongkok yang dirilis oleh AmCham South China menunjukkan bahwa 75 persen perusahaan yang disurvei berencana untuk berinvestasi kembali di Tiongkok pada tahun 2023.

Sebuah survei dari Kamar Dagang Uni Eropa di Tiongkok menunjukkan bahwa hampir seperempat perusahaan yang disurvei berencana untuk memindahkan sebagian atau seluruh rantai pasokan mereka ke Tiongkok.

Provinsi Hubei, Tiongkok Tengah, mencatat penggunaan modal asing mencapai 2,4 miliar dolar AS (sekitar 37 triliun rupiah) dalam 10 bulan pertama tahun ini, menduduki peringkat pertama di wilayah tersebut. 

Pabrikan asal Prancis, EFI Automotive, yang berspesialisasi dalam mesin dan sensor powertrain, telah menginvestasikan lebih dari 100 juta yuan (sekitar 217 miliar rupiah) untuk membangun pusat penelitian dan pengembangan Tiongkok di Wuhan, ibu kota provinsi tersebut. Dengan pembangunan yang sedang berjalan, pabrik baru ini akan menjadi pabrik terbesar EFI di dunia.

"Ini merupakan investasi yang cukup besar bagi kami. Jelas sekali bahwa kami dapat meningkatkan kapasitas hingga dua kali lipat dibandingkan dengan kapasitas yang ada saat ini," ujar Eric Lemaire, CEO EFI Automotive Asia.

Lemaire, yang telah tinggal di Tiongkok selama 16 tahun, mengatakan bahwa meskipun biaya upah dan penggunaan lahan telah meningkat di Tiongkok, meningkatkan investasi di negara ini tetap menjadi pilihan yang paling optimal bagi perusahaan ketika semua faktor dipertimbangkan.

"Setelah 16 tahun dengan kenaikan 10 persen, (biaya) tidak lagi rendah. Jadi, memang benar bahwa ini kurang hemat biaya dibandingkan sebelumnya. Karena sebagian besar EFI di Tiongkok menyediakan (untuk) pelanggan Tiongkok. Jadi, Anda harus berada di Tiongkok, Anda harus bisa berbahasa Tiongkok," kata Lemaire.

Lebih dari 90 persen produk yang diproduksi oleh EFI di Tiongkok dijual ke pabrikan Tiongkok. Pasar Tiongkok yang sangat besar ditambah dengan rantai pasokannya yang telah berkembang memberikan kepercayaan diri bagi perusahaan untuk meningkatkan investasi.

"Dalam hal motor - motor listrik - 80 persen motor yang kami gunakan berasal dari pemasok lokal. Magnetnya [dibuat] 100 persen dengan pemasok lokal. Mereka memiliki kualitas yang baik dan harga yang sangat bagus," ujar sang CEO.