Tiongkok, Bharata Online - Bukti audio yang menunjukkan angkatan laut Tiongkok memberi tahu pihak Jepang tentang rencana latihan formasi kapal induk Liaoning telah dirilis.

Itu membuktikan bahwa klaim Jepang terkait latihan penerbangan yang dilakukan oleh formasi kapal induk Liaoning telah memutarbalikkan kebenaran dan bertujuan untuk menyesatkan komunitas internasional.

Formasi kapal induk Liaoning Tiongkok sedang melakukan latihan penerbangan normal untuk jet tempur berbasis kapal induk pada hari Sabtu (6/12) lalu di laut sebelah timur Selat Miyako.

Yuyuantantian, sebuah akun media sosial Tiongkok, telah merilis komunikasi audio antara Kapal Perang Angkatan Laut Tiongkok dan Kapal Perang Pasukan Bela Diri Maritim Jepang menjelang latihan tersebut.

Menurut informasi audio tersebut, pihak Jepang sepenuhnya mengakui pesan tentang rencana latihan ini dari formasi angkatan laut Tiongkok.

Namun, tak lama setelah latihan dimulai, pesawat Pasukan Bela Diri Jepang sengaja memasuki zona latihan dan pelatihan Tiongkok, melakukan pengintaian jarak dekat serta mengganggu aktivitas militer normal Tiongkok. Bahkan, pada satu titik telah mendekati jarak kurang dari 50 kilometer.

Radar pesawat tempur modern dapat mendeteksi objek lebih dari 50 kilometer jauhnya, artinya pesawat Jepang yang memasuki jangkauan tersebut akan terdeteksi oleh radar Tiongkok dan akan mendeteksi sinyal radar Tiongkok.

Menurut orang-orang yang mengetahui masalah ini di Tiongkok, pesawat Tiongkok juga mendeteksi sinyal radar dari pesawat Jepang, tetapi tetap rasional dan terkendali, mencerminkan sikap bertanggung jawab Tiongkok untuk memastikan keamanan maritim dan udara.

Pada Minggu (7/12) pagi, Menteri Pertahanan Jepang, Shinjiro Koizumi, secara keliru menuduh Tiongkok melakukan apa yang disebut "penerangan radar" selama konferensi pers dadakan, memutarbalikkan fakta, mengalihkan kesalahan, menciptakan ketegangan, dan menyesatkan komunitas internasional.

Menanggapi klaim Jepang tersebut, Juru Bicara Angkatan Laut PLA Tiongkok, Wang Xuemeng, mengatakan pada hari Minggu (7/12) bahwa klaim Jepang sama sekali tidak sesuai dengan fakta.

Menurutnya, Tiongkok dengan tegas mendesak Jepang untuk segera menghentikan tindakan fitnah dan pencemaran nama baiknya dan mendisiplinkan secara ketat operasi garis depan terkait formasi kapal induk Liaoning Tiongkok.

"Jepang baru-baru ini meningkatkan provokasi dan gangguan di bidang keamanan militer—apa niat sebenarnya? Komunitas internasional sepenuhnya menyadari jawabannya," kata Juru Bicara Kementerian Pertahanan Tiongkok, Zhang Xiaogang, pada hari Minggu (7/12).

Zhang menegaskan bahwa jika Jepang kembali ke jalan militerisme yang berbahaya, mereka pasti akan jatuh ke jurang yang tak ada jalan kembali.

Sementara itu, Duta Besar Tiongkok untuk Jepang, Wu Jianghao, menyampaikan protes keras dan pernyataan tegas kepada Wakil Menteri Luar Negeri Jepang, Takehiro Funakoshi, terkait masalah tersebut pada hari Minggu (7/12).

"Tindakan Jepang sangat tidak bertanggung jawab," kata Wu. "Tiongkok dengan sungguh-sungguh mendesak Jepang untuk menghentikan fitnah dan pencemaran nama baiknya, mengatur operasi garis depan secara ketat, dan mencegah insiden serupa terulang kembali," imbuhnya.

Berbicara dalam konferensi pers pada hari Senin (8/12), Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Guo Jiakun, mengatakan bahwa Tiongkok sangat mendesak pihak Jepang untuk segera menghentikan pelecehan berbahaya terhadap latihan dan pelatihan militer Tiongkok, dan menghentikan semua tuduhan yang tidak bertanggung jawab dan manipulasi politik.