BEIJING, Radio Bharata Online – Presiden Xi Jinping, sekretaris jenderal Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok, pada hari Rabu menyatakan komitmen Beijing, untuk berpartisipasi secara aktif dan komprehensif dalam reformasi Organisasi Perdagangan Dunia, dan dalam melakukan penyesuaian terhadap peraturan ekonomi dan perdagangan internasional.
Saat berpidato pada sesi belajar kelompok, di Biro Politik Komite Sentral CPC, Xi mengatakan, Tiongkok akan menggunakan tingkat keterbukaan yang lebih tinggi, untuk memacu reformasi besar-besaran dan mengupayakan pertumbuhan berkualitas tinggi.
Xi menegaskan kembali komitmen negara, untuk membina lingkungan bisnis yang sesuai dengan prinsip-prinsip pasar, supremasi hukum dan standar internasional.
Menurut Administrasi Umum Kepabeanan, tahun lalu Tiongkok telah menjadi pedagang barang terbesar di dunia selama enam tahun berturut-turut. Total impor dan ekspor barangnya melonjak 7,7 persen tahun-ke-tahun, ke rekor 42,07 triliun yuan ($5,76 triliun) pada tahun 2022.
Tiongkok telah berubah dari negara pasif terhadap peraturan ekonomi dan perdagangan global, menjadi negara peserta yang penting.
Xi menambahkan bahwa keputusan untuk bergabung dengan WTO telah sepenuhnya dibenarkan, karena aksesi tidak hanya mempercepat pembangunan Tiongkok, tetapi juga memberikan manfaat bagi perekonomian global.
Xi menyoroti perlunya, dalam mengambil bagian dalam reformasi WTO, untuk secara tegas menjunjung tinggi otoritas, dan efektivitas sistem perdagangan multilateral yang berpusat pada WTO, dan secara aktif mendorong pemulihan mekanisme penyelesaian perselisihan dalam organisasi tersebut.
Xi menambahkan, negara harus selalu berdiri di sisi sejarah yang benar, mengikuti arah globalisasi ekonomi secara keseluruhan, dan memperjuangkan perdagangan bebas dan multilateralisme sejati. Iapun menegaskan kembali penolakan negaranya terhadap unilateralisme, proteksionisme, politisasi dan persenjataan isu-isu ekonomi dan perdagangan, serta tindakan-tindakan yang melampaui konsep keamanan nasional terkait isu-isu tersebut. (China Daily)