Beijing, Bharata Online - Menurut bintang ski gaya bebas Tiongkok, Gu Ailing, pertandingan olahraga langsung (live), dengan ketidakpastian unik yang tercermin dalam selisih tipis antara kemenangan dan kekalahan, serta mampu memikat baik atlet maupun penonton di lokasi, dapat menjadi cara ampuh untuk menginspirasi lebih banyak orang, khususnya generasi muda, agar mulai berolahraga sendiri.
Dalam wawancara dengan China Global Television Network (CGTN) pada hari Kamis (3/9) di Beijing, peraih tiga medali emas Olimpiade ini berbagi pandangannya mengenai bagaimana Tiongkok dapat memajukan cetak biru pengembangan kebugaran nasional dan olahraga.
"Ya, menurut saya pertandingan olahraga langsung itu sangat menarik karena adanya energi—mungkin bisa dibilang begitu—saat hadir secara langsung dan ketidaktahuan akan apa yang akan terjadi, bahkan bagi para pemainnya sendiri. Jadi, semua atlet seolah menjalani pengalaman ini bersama-sama dengan penonton. Ada semacam interaksi timbal balik dalam hal penyampaian cerita dan narasi di sana, yang menurut saya sangat menginspirasi dan membangkitkan semangat dengan cara yang unik. Jadi, menurut saya, akses bagi kaum muda untuk merasakan langsung suasana tersebut dapat berperan besar dalam mendorong mereka untuk mencoba berolahraga sendiri," ujar Gu.
Tiongkok menargetkan untuk memperluas industri olahraganya hingga mencapai nilai lebih dari 7 triliun yuan (sekitar 18.388 triliun rupiah) pada tahun 2030 sebagai bagian dari rencana lima tahun yang baru untuk menjadikan negara tersebut sebagai kekuatan besar di bidang olahraga, demikian disampaikan para pejabat pada hari Kamis (3/9).
Rencana Lima Tahun ke-15 (2026-2030), yang disetujui oleh Dewan Negara pada bulan Juli 2026, juga menargetkan peningkatan luas fasilitas olahraga per kapita menjadi sekitar empat meter persegi serta meningkatkan proporsi penduduk yang rutin berolahraga hingga mencapai sekitar 40 persen, ungkap Direktur Administrasi Umum Olahraga, Gao Zhidan, dalam sebuah taklimat di Kantor Informasi Dewan Negara.