Nairobi, Radio Bharata Online - Universitas Nairobi menjadi tuan rumah final Kompetisi Kemahiran Bahasa Mandarin 'Chinese Bridge' ke-23 untuk Mahasiswa Asing di Kenya pada hari Selasa (14/5) lalu.

Final divisi Kenya dari kompetisi 'Chinese Bridge' tahun ini meliputi sesi pidato, sesi tanya jawab dan pertunjukan bakat. Dua puluh finalis dari berbagai perguruan tinggi di Kenya menghadiri final tersebut.

Diselenggarakan bersama oleh Kedutaan Besar Tiongkok di Kenya dan Institut Konfusius di empat universitas terkemuka di Kenya, serta disponsori oleh beberapa perusahaan Tiongkok, kontes ini memamerkan kemahiran anak-anak muda setempat dalam bahasa Mandarin serta pemahaman mereka tentang budaya Tiongkok, termasuk Taiji, Wushu, tarian, dan musik klasik.

Laurence Kamau, seorang mahasiswa jurusan Bahasa Mandarin berusia 20 tahun di Universitas Nairobi, dinyatakan sebagai pemenang utama dari final kompetisi di Kenya dan nantinya akan mewakili negaranya di kontes global di Tiongkok.

"Saya telah belajar bahasa Mandarin selama dua tahun, dari tahun 2022. Dan pengalaman saya dalam bahasa Mandarin cukup baik, pengalaman yang menyenangkan. Setelah memenangkan kompetisi ini, tanpa ragu saya akan terus belajar bahasa Mandarin. Dan dalam jangka panjang, saya juga akan mempertimbangkan untuk mengaitkan bahasa Mandarin dengan profesi saya," kata Kamau.