Hangzhou, Radio Bharata Online - Ekologi yang lebih baik telah mengubah nasib sebuah desa di Hangzhou, ibu kota provinsi Zhejiang di Tiongkok timur.
Setelah sangat tercemar oleh pabrik-pabrik yang memproduksi produk bambu pada tahun 1980-an, Desa Qingshan sekarang terkenal dengan pegunungannya yang hijau dan airnya yang jernih, dengan penduduk desa menikmati kualitas hidup yang tinggi.
Pada tahun 1980-an, penduduk desa juga menggunakan pupuk dan pestisida yang berlebihan untuk meningkatkan produksi bambu bagi pabrik-pabrik pembuat produk bambu tersebut, yang menyebabkan air di sekitar desa menjadi sangat tercemar.
"Air di masa lalu cukup berlumpur, tidak sejernih yang Anda lihat sekarang," kata Sheng Fabao, seorang penduduk desa.
Agar penduduk dapat menikmati air yang jernih lagi, pemerintah daerah Hangzhou pada tahun 2014 bekerja sama dengan The Nature Conservancy (TNC), sebuah organisasi nirlaba lingkungan yang didirikan pada tahun 1951, untuk meningkatkan pengelolaan lingkungan dan meningkatkan kesadaran lingkungan penduduk desa.
Selanjutnya, proyek-proyek perlindungan sumber air dilakukan dengan menggunakan model dana air dalam upaya untuk menghentikan polusi dan mendorong perlindungan ekologi.
Menurut Zhang Haijiang, Manajer konservasi air TNC, dengan menggandeng raksasa e-commerce, Alibaba, dana air sekitar satu juta yuan (sekitar 2,1 miliar rupiah) diberikan ke desa untuk menyewa hutan bambu dan melakukan pekerjaan restorasi ekologi.
"Kami bekerja sama dengan mitra kami untuk membentuk dana air di sini, yang dapat memfasilitasi koordinasi sumber daya di hulu dan hilir. Tugas utama lainnya yang kami lakukan adalah mempromosikan solusi berbasis alam untuk melindungi sumber air," ujar Zhang.
Hanya butuh waktu tiga tahun agar air di sini benar-benar bersih, dan memenuhi standar air minum kategori kelas satu. Penduduk desa sangat terkejut dengan perubahan tersebut.
Awalnya, beberapa penduduk setempat khawatir tentang cara hidup mereka di masa depan karena pabrik-pabrik ditutup. Tapi, mereka segera menyadari bahwa desa yang indah akan mendatangkan pengunjung baru dan bisnis baru yang cenderung lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
"Perlindungan air dapat tumbuh menjadi merek kesejahteraan masyarakat untuk desa ini dan membantu desa ini memberi manfaat bagi lebih banyak orang. Karena perlindungan sumber daya air, banyak desainer dan pekerja pariwisata yang datang ke sini," kata Zhang.
Keluarga dan anak muda dari kota-kota terdekat mengunjungi Desa Qingshan untuk menghabiskan liburan, sementara banyak seniman juga menetap di desa ini untuk mencari inspirasi dan kreativitas.
"Kami membangun sekolah ini pada tahun 2018 dengan tujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang bagaimana hidup selaras dengan alam. Saya sangat tertarik dengan tempat ini sehingga saya memutuskan untuk menetap di sini pada tahun 2021 setelah saya menyelesaikan studi master saya di bidang iklim. Saya ingin membantu anak-anak yang berkunjung untuk terhubung dengan alam dan pedesaan," kata Wang Ruoyu, kepala Qingshan Nature Hub, sebuah pusat pendidikan yang berkomitmen untuk mempromosikan perlindungan lingkungan dan kegiatan yang berpusat pada alam.
Bagi para ahli ekologi seperti Zhang, keberhasilan Desa Qingshan telah memberikan mereka kepercayaan diri yang lebih besar. Mereka berharap dapat mempromosikan ide ini ke lebih banyak sungai dan danau di Tiongkok serta menyebarkan pesan tentang pentingnya dan hasil dari perlindungan ekologi.