Hainan, Bharata Online - Pesawat ruang angkasa kargo Tianzhou-10 berhasil berlabuh di stasiun ruang angkasa Tiangong pada hari Senin (11/5), mengirimkan sampel biologis, termasuk embrio dan sel ikan zebra, untuk melakukan eksperimen biomedis di orbit.

Tim peneliti dari Pusat Penelitian dan Pelatihan Astronot Tiongkok, bekerja sama dengan sistem ilmu dan aplikasi ruang angkasa, akan menggunakan perangkat budidaya ikan zebra untuk mempelajari mekanisme yang mengatur homeostasis protein yang mendasari kehilangan tulang dan perubahan miokard di bawah kondisi mikrogravitasi.

"Ikan zebra adalah organisme model yang sangat baik untuk mempelajari metabolisme tulang dan remodeling miokard. Berdasarkan eksperimen sebelumnya dengan ikan zebra dewasa, penelitian ini menggunakan embrio ikan zebra normal dan yang dimodifikasi secara genetik serta osteoblas tikus sebagai subjek eksperimen. Kami sedang menyelidiki dampak mikrogravitasi pada perkembangan organ, serta peran regulator homeostasis protein, yang telah kami pelajari selama lebih dari satu dekade, dalam melawan kehilangan tulang," ujar Li Yingxian dari Pusat Penelitian dan Pelatihan Astronot Tiongkok di Wenchang, Provinsi Hainan, Tiongkok Selatan.

Menurut para peneliti, eksperimen ini akan memberikan bukti penting di tingkat seluler untuk studi tentang kehilangan massa tulang akibat kondisi tanpa bobot. Lebih jauh lagi, eksperimen itu diharapkan dapat memberikan dasar teoritis untuk mengembangkan target baru guna mencegah dan melindungi dari kehilangan massa tulang di luar angkasa.