London, Bharata Online - Pariwisata antara Inggris dan Tiongkok meningkat di tengah meningkatnya rasa ingin tahu tentang budaya, kuliner, dan sejarah masing-masing negara, karena wisatawan mengatakan mereka terus tertarik untuk menjelajahi situs-situs ikonik dan mengalami semua yang ditawarkan kedua negara.

Hubungan dan pertukaran antara kedua negara telah meningkat berkat kunjungan resmi Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, ke Tiongkok bulan lalu, dengan salah satu hasil yang paling bermanfaat adalah pengumuman bahwa Tiongkok akan memperkenalkan kebijakan bebas visa sepihak untuk warga negara Inggris.

Langkah tersebut, yang secara resmi mulai berlaku pada hari Selasa (17/2), memungkinkan pemegang paspor yang memenuhi syarat untuk tinggal hingga 30 hari untuk berbagai keperluan, dan akan berlaku hingga 31 Desember 2026.

Sementara itu, wisatawan yang berkunjung ke arah sebaliknya dianggap sangat penting bagi perekonomian Inggris, dengan Tiongkok tetap menjadi salah satu pasar pariwisata luar negeri Inggris yang paling berharga.

Menurut Kantor Statistik Nasional Pemerintah Inggris, lebih dari 670.000 kunjungan ke Inggris dilakukan oleh penduduk Tiongkok daratan, Hong Kong, dan Taiwan pada tahun 2024, peningkatan besar dari 185.000 kunjungan pada tahun 2022.

Para pengunjung Tiongkok menyebutkan budaya Inggris dan bahkan kulinernya sebagai salah satu daya tarik utama.

"Bagi saya, London lebih seperti wadah peleburan dengan banyak budaya yang berbeda. Anda dapat mengalami banyak hal berbeda di sini," ujar seorang pengunjung Tiongkok.

"Saya sangat suka makan ikan dan kentang goreng serta sosis. Saya juga pernah makan hash brown," kata pengunjung Tiongkok lainnya.

Ada juga antusiasme yang meningkat di kalangan wisatawan Inggris terhadap Tiongkok, dengan data menunjukkan bahwa penduduk Inggris, Skotlandia, dan Wales melakukan 988.000 perjalanan ke Tiongkok daratan, Hong Kong, dan Taiwan pada tahun 2024.

Para penduduk menyebutkan berbagai alasan mengapa mereka ingin melakukan perjalanan jauh ke Tiongkok.

"Semua orang ingin melihat Tembok Besar. Itu adalah karya arsitektur yang fenomenal. Anda bisa melihatnya dari luar angkasa," ujar seorang warga.

"Saya rasa saya ingin pergi ke Shanghai, karena jujur ​​saja, saya sangat menyukai makanannya," kata warga lokal lainnya.

"Saya ingin pergi ke Tiongkok untuk melihat Tembok Besar Tiongkok. Saya mengajar seni bela diri, jadi itu adalah hal semacam itu (yang saya minati) - itulah mengapa saya ingin melihatnya, karena itu seharusnya menjadi salah satu keajaiban dunia, bukan? Sangat ideal," ungkap warga London lainnya.

Perusahaan tur yang bekerja di kedua sisi hubungan perjalanan telah melihat minat yang tumbuh di kedua arah, dengan kebijakan bebas visa baru kemungkinan akan memicu minat yang lebih besar di antara wisatawan Inggris untuk melakukan perjalanan ke Tiongkok.

"Kami selalu menerima panggilan telepon dan pertanyaan dari orang-orang Inggris yang ingin pergi ke Tiongkok. Hampir menjadi impian mereka untuk pergi ke Tiongkok setidaknya sekali seumur hidup untuk melihat Tembok Besar dan Kota Terlarang di Beijing, melihat panda di Chengdu, melihat Prajurit Terakota di Xi'an, dan juga untuk merasakan budaya lokal serta kuliner lokal," ujar Jean Dong, Direktur Pemasaran Cultural Tours.