Hong Kong, Bharata Online - Kepala Eksekutif Daerah Administratif Khusus Hong Kong (HKSAR), John Lee, mengatakan kepada wartawan pada hari Selasa (2/12) bahwa reformasi diperlukan untuk mengatasi kegagalan yang menyebabkan kebakaran besar di kompleks apartemen Wang Fuk Court yang menewaskan sedikitnya 156 orang.
Polisi Hong Kong telah menahan 15 orang atas dugaan pembunuhan dalam kebakaran yang terjadi pada 26 November 2025.
Menurut Lee, pemerintah HKSAR akan membentuk komisi independen yang diketuai oleh seorang hakim untuk melakukan investigasi menyeluruh atas insiden tersebut dan memastikan akuntabilitas penuh bagi mereka yang bertanggung jawab.
Lee mengatkan, tiga satuan tugas yang dibentuk sebelumnya bekerja tanpa henti untuk mengejar akuntabilitas, menyelidiki semua pihak terkait, dan tidak membiarkan satu pun orang yang bertanggung jawab lolos dari hukuman.
"Ya, ini tragedi. Ini kebakaran besar. Ya, kita butuh reformasi. Ya, kita telah mengidentifikasi kegagalan di berbagai tahap. Itulah mengapa kita harus bertindak serius untuk memastikan semua celah ini ditutup, sehingga mereka yang bertanggung jawab akan dimintai pertanggungjawaban. Kekurangannya akan diatasi, hambatannya akan diatasi, dan kita akan mereformasi seluruh sistem renovasi bangunan untuk memastikan hal seperti ini tidak akan terulang," ujar Lee.
Ia menekankan bahwa pemerintah HKSAR berupaya keras untuk mendukung mereka yang terdampak, termasuk mengaktifkan tempat penampungan sementara dan mengatur agar sekitar 2.500 orang dapat tinggal sementara di perumahan sementara dan hotel.
Lee juga menekankan bahwa operasi penyelamatan sedang berlangsung, dan mengatakan tidak ada keluarga terdampak yang akan ditelantarkan. Pemerintah HKSAR akan membantu keluarga-keluarga ini membangun kembali rumah mereka.