HAIKOU, Radio Bharata Online - Sebuah drone kargo besar, akhir bulan lalu  mengangkut 455 kilogram bibit tanaman udang, dari Haikou, provinsi Hainan ke Zhuhai, provinsi Guangdong, dalam waktu kurang dari tiga jam.  Ini menjadi penerbangan perdana drone lintas laut, untuk logistik kargo umum antar provinsi.

Yun Yongchao, manajer umum Bioteknologi Kelautan Hainan Lutai, pemilik bibit tanaman udang, mengatakan, jauh lebih cepat melakukan perjalanan melalui udara dibandingkan melalui darat.  Yun telah merasakan manfaat terbang di ketinggian rendah.

Permintaan bibit yang dibudidayakan sangat tinggi, khususnya di luar provinsi kepulauan.  Sebelumnya, pengangkutan mereka sebagian besar dilakukan melalui darat, karena tingginya biaya angkutan udara ekspres, belum lagi waktu transit yang lama, serta tingginya biaya pengemasan dan tenaga kerja. Terlebih lagi, ketidakpastian yang terjadi pada maskapai penerbangan sipil, termasuk delay, menambah kerumitan pada proses pengiriman bibit.

Maka penggunaan drone kargo menghemat setidaknya 10 jam dalam transportasi, sekaligus mempertahankan tingkat kelangsungan hidup bibit sebesar 100 persen. 

Yun menegaskan, hal ini memungkinkan perusahaan memaksimalkan keuntungannya, karena tidak hanya meminimalkan biaya penyeberangan jalan dan tenaga kerja, tetapi juga mengurangi biaya pengemasan, karena waktu pengangkutan yang lebih singkat.

Drone FP-98, yang melakukan penerbangan tersebut, adalah kendaraan udara tak berawak sayap tetap berskala besar pertama di Tiongkok. Mampu membawa muatan komersial hingga 1,5 metrik ton, wahana ini memiliki waktu navigasi maksimum delapan jam, dan jangkauan 1.200 kilometer. Dilengkapi dengan platform manajemen terintegrasi BeiDou III yang canggih, FP-98 dirancang untuk beroperasi siang dan malam, bahkan dalam kondisi cuaca menantang seperti hujan lebat, kabut, dan angin, serta berfungsi pada suhu ekstrem dari minus 40 derajat Celsius hingga 55 derajat Celsius.

Ding Xiaoliang, salah satu presiden Beijing J&J Group, mencatat bahwa cuaca ekstrem berpotensi menyebabkan penyimpangan dalam penerbangan drone. Namun, penggunaan platform kendali, memungkinkan pemantauan dan pengendalian drone secara real-time, mulai dari lepas landas hingga jalur penerbangan, yang berarti penyesuaian dapat dilakukan seperlunya, sama seperti mengatur kecepatan penerbangan saat terjadi badai petir untuk mengutamakan keselamatan. (ecns)