JI'AN, Bharata Online - Tim penyelamat memulai operasi pencarian menyeluruh pada hari Minggu setelah mengatasi kondisi berbahaya untuk mencapai area inti Desa Mingkeng yang dilanda tanah longsor di Kota Ji'an, Provinsi Jiangxi, Tiongkok timur.

Tanah longsor terjadi pada dini hari Sabtu setelah berhari-hari hujan deras yang dipicu oleh Topan Saudel.

Area yang paling parah terkena dampak adalah kelompok Shixia di Desa Mingkeng di kota Gaoping, dengan aliran listrik dan komunikasi terputus serta akses jalan hancur.

Warga desa berhasil melaporkan bencana tersebut melalui telepon satelit pada pukul 06:40. Tim pemadam kebakaran dan penyelamat dari Ji'an, Ganzhou, dan daerah terdekat lainnya segera berangkat, tetapi perjalanan mereka terbukti sangat sulit.

"Kami menemui beberapa tanah longsor di sepanjang jalan, beberapa di antaranya menghalangi jalan. Jadi kami harus berhenti dan membersihkan jalan. Karena lokasi kejadian cukup jauh dari daerah perkotaan, sudah lewat pukul 10:00 ketika kami tiba di lokasi. Begitu sampai di sana, kami mendapati bahwa mustahil bagi kami untuk masuk karena satu-satunya jalan menuju desa sudah hanyut," kata Zhao Guoxia, seorang petugas penyelamat.

Tim penyelamat membersihkan jalan sambil berjalan kaki dan akhirnya mencapai area inti sekitar pukul 11:20 hari Sabtu. Mereka menggunakan detektor kehidupan, alat pembongkaran, drone, dan dua anjing pelacak untuk mencari di antara puing-puing bangunan yang hancur.

Mereka menemukan dua penduduk desa terjebak di dalam rumah yang runtuh di lereng bukit lainnya.

"Volume puing longsor di lokasi sangat besar. Longsor lumpur telah mengubur lempengan beton yang runtuh dan berbagai puing di bawah lumpur dan endapan, menghalangi jalur akses penyelamatan dan sangat menghambat operasi. Beberapa rumah swadaya penduduk desa hancur total. Tepat di tengah upaya penyelamatan kami di lokasi, sekitar tengah hari, longsoran skala sedang lainnya tiba-tiba terjadi," kata Miao Cheng, salah satu petugas penyelamat.

Tim penyelamat terpaksa mengungsi ke area aman dan menunggu hingga situasi stabil. Tim tambahan tiba pada pukul 16:00 hari Sabtu, melakukan pengintaian drone secara langsung dan menilai bagian jalan yang rusak.

Hingga berita ini diturunkan, longsor lumpur dan tanah longsor telah menyebabkan tiga orang tewas dan sembilan orang hilang. [sumber CCTV+]