Zhongshan, Radio Bharata Online - Sejumlah wisatawan di seluruh Tiongkok telah membenamkan diri dalam kegiatan budaya yang menyenangkan, termasuk pertunjukan rakyat tradisional, tur wisata bertema budaya, dan kegiatan olahraga selama Festival Pertengahan Musim Gugur dan liburan Hari Nasional.

Di Kota Anshan, Provinsi Liaoning, timur laut Tiongkok, Tempat Pemandangan Gunung Qianshan mengalami arus lalu lintas yang padat pada hari Minggu (1/10). Selain pemandangan, wisatawan yang berlibur juga dapat menikmati berbagai aktivitas luar angkasa seperti pertunjukan alat musik tradisional dan warisan budaya non benda pingshu (mendongeng).

Sementara itu, pengunjung Istana Huaqing di Provinsi Shaanxi, barat laut Tiongkok, yang merupakan bekas tempat peristirahatan musim dingin bagi para kaisar pada masa Dinasti Tang (618-907), disuguhi dengan berbagai pertunjukan dan kegiatan rekreasi tradisional termasuk Cuju (olahraga bola tradisional), memanah, dan chuiwan, permainan yang memiliki beberapa kesamaan dengan golf modern. 

Kapal pesiar malam Pearl River di Kota Guangzhou, Provinsi Guangdong, Tiongkok selatan, memungkinkan para penumpang untuk menikmati pemandangan malam yang memukau di sepanjang kedua sisi tepi sungai. Selama delapan hari liburan, rute perjalanan bertema ini diharapkan dapat menarik lebih dari 300.000 wisatawan, dua kali lipat lebih banyak dari tahun sebelumnya.

Juga di Guangdong, Kotapraja Nanlang di Kota Zhongshan menyelenggarakan konser musik country. Masyarakat dikelilingi oleh sawah dengan iringan lagu-lagu daerah. Konser serupa akan diadakan di lebih dari 20 kota dan jalan di Zhongshan selama liburan panjang, yang akan mendatangkan lebih dari 500.000 wisatawan untuk menyuntikkan lebih banyak momentum ke dalam penginapan pedesaan, katering, dan wisata budaya.

"Kegiatan-kegiatan ini dengan perpaduannya yang kaya dapat mendekatkan penduduk dan wisatawan dengan alam," ujar Guan Jintao, salah satu penyelenggara konser.

Seiring dengan membanjirnya wisatawan, penginapan di sekitar Gunung Tai telah memasuki musim puncak. Banyak dari penginapan ini diadaptasi dari rumah-rumah tua milik petani setempat untuk memenuhi kebutuhan pasar pariwisata yang melonjak. Bed and Breakfast, yang bahkan menyediakan layanan seperti berkemah dan piknik, telah menjadi pilihan ideal bagi para pelancong liburan, terutama keluarga.

Pada liburan kali ini, total pendapatan operasional Bed and Breakfast di sekitar tempat wisata ini diperkirakan akan melebihi lima juta yuan (sekitat 10,8 miliar rupiah), yang menjadi rekor tertinggi.

Liburan ini juga dianggap sebagai waktu yang tepat untuk pergi ke luar ruangan untuk melakukan kontak dekat dengan hewan. Di Provinsi Hunan, Tiongkok tengah, pengunjung taman margasatwa tidak hanya dapat mengamati binatang buas seperti puma dan harimau Siberia dari jauh, tetapi juga memberi makan hewan seperti unta, rakun, dan rusa sika dari jarak dekat. Mereka juga dapat menaiki helikopter untuk membuka perspektif baru dalam melihat hewan-hewan di udara.

"Lebih dari 300 sukarelawan dan staf tambahan telah dikerahkan untuk memastikan kelancaran operasional selama liburan, sehingga pengunjung dapat menghabiskan liburan yang aman dan menyenangkan di sini," ujar Li Shihong, kepala taman.