BEIJING, Radio Bharata Online - Patroli bersama yang dilakukan oleh pasukan angkatan laut Tiongkok dan Rusia di Pasifik Barat dan Utara, beberapa waktu yang lalu, tidak untuk menargetkan pihak ketiga mana pun, dan tidak ada hubungannya dengan situasi internasional dan regional saat ini.

Juru bicara Kementrian pertahanan nasional Tiongkok, Kolonel Senior Wu Qian, membuat pernyataan tersebut sebagai tanggapan, atas tuduhan yang dibuat oleh Kantor Staf Gabungan Kementerian Pertahanan Jepang, dan anggota konggres Amerika Serikat, Mike Rogers. Pada Rabu pekan lalu, anggota Kongres AS Mike Rogers, mengklaim dalam sebuah pernyataan bahwa patroli angkatan laut gabungan Tiongkok-Rusia, dimaksudkan untuk mengintimidasi AS. Rogers menekankan bahwa AS tidak dapat diintimidasi.

Wu Qian mengatakan, armada angkatan laut dari Tiongkok dan Rusia melakukan patroli maritim bersama di Samudra Pasifik barat dan utara, adalah sesuai dengan rencana kerja sama tahunan, antara militer kedua negara.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada akhir Juli, Kementerian Pertahanan Tiongkok telah mengumumkan patroli maritim gabungan yang ketiga, antara Tiongkok dan Rusia.

Selain itu, pada tahun 2021 dan 2022, kedua negara juga telah menyelenggarakan dua putaran patroli angkatan laut bersama berdasarkan jadwal kerja sama tahunan mereka.

Sementara itu otoritas pertahanan Jepang mengatakan, Pasukan Bela Diri Maritim Jepang mengirim kapal perang dan jet untuk memantau patroli Tiongkok-Rusia.

Wu menegaskan, bahwa kapal-kapal angkatan laut dari Tiongkok dan Rusia, secara ketat mematuhi hukum internasional, dan melakukan seluruh perjalanan di perairan internasional.  Juru bicara itu mengkritik langkah berbahaya pihak Jepang.  Menurut Wu, pelacakan dan pemantauan dekat oleh pihak Jepang sangat berbahaya, dan sangat rentan menyebabkan kesalahpahaman, salah penilaian, dan kecelakaan laut atau udara.

Dia mendesak pihak Jepang untuk menghentikan campur tangan yang tidak perlu, berhenti memengaruhi perkembangan hubungan Tiongkok-Jepang yang sehat, dan menghentikan tindakan tidak bertanggung jawab yang dapat merusak perdamaian dan stabilitas kawasan. (CD)