Hong Kong, Bharata Online - Jaringan tenaga kesehatan di Daerah Administratif Khusus Hong Kong (HKSAR) menyediakan layanan perawatan kesehatan primer dan pengobatan tradisional Tiongkok atau Traditional Chinese Medicine (TCM) gratis kepada warga yang terdampak kebakaran pada 26 November 2025 di kompleks apartemen Wang Fuk Court.
Sejak awal Desember 2025, 18 pusat kesehatan di seluruh distrik yang terdampak telah menghubungkan warga tersebut dengan dokter keluarga. Mulai minggu ini, praktisi TCM juga akan bergabung dalam program tersebut. Setiap warga yang terdampak berhak atas tiga konsultasi medis gratis.
Inisiatif ini dibangun berdasarkan respons darurat yang diluncurkan segera setelah kebakaran, ketika Komisi Perawatan Kesehatan Primer Biro Kesehatan HKSAR dengan cepat mendirikan pos-pos medis di tempat penampungan sementara, menyediakan konsultasi, pengobatan, dan dukungan psikologis kepada mereka yang terdampak.
"Banyak warga menderita tekanan emosional, insomnia, dan kecemasan. Beberapa juga mengalami rasa sakit, kemungkinan disebabkan oleh cedera yang diderita saat melarikan diri dari kobaran api. Semua kebutuhan ini dapat dipenuhi di tempat penampungan. Pengalaman ini telah menunjukkan kepada kita bahwa layanan ini mutlak harus dilanjutkan. Itulah mengapa kami telah mendirikan layanan bantuan di pusat kesehatan distrik, karena Hong Kong memiliki 18 distrik. Kami berharap bahwa, terlepas dari tempat tinggal mereka di Hong Kong, warga akan selalu dapat mengakses layanan bantuan ini untuk memenuhi kebutuhan perawatan kesehatan mereka," kata Dr. Pang Fei-Chau, Komisioner untuk Pelayanan Kesehatan Primer.
Sekitar 500 tenaga kesehatan dari sektor swasta menjadi sukarelawan di tempat penampungan sementara. Banyak dari mereka kemudian bergabung dengan program baru untuk memberikan dukungan berkelanjutan.
"Setelah tempat penampungan ditutup, kami menghubungi sektor swasta untuk melihat siapa yang bersedia menjadi sukarelawan sebagai dokter. Begitulah cara lebih dari 250 dokter menjadi sukarelawan dan berkata, 'Ya, saya ingin merawat mereka di klinik saya'," jelas Pang.
Di antara para sukarelawan terdapat Dr. Ruby Lai Kit-Chi, yang kliniknya terletak tidak jauh dari Wang Fuk Court, telah merawat sekitar 150 warga yang terdampak selama tiga minggu terakhir.
"Kami memiliki lebih dari seribu pasien yang tinggal di Wang Fuk Court. Begitu kami mengetahui insiden tersebut, seluruh tim kami segera bergerak untuk membantu warga yang terdampak. Kami berkomitmen untuk menanggung biaya konsultasi dan pengobatan. Tim saya dan saya juga pergi ke tempat penampungan. Hingga hari ini, kami terus membantu warga ini. Mereka datang kembali secara teratur karena mereka mempercayai kami," ujar Dr. Lai, Direktur Medis Layanan Kesehatan Masyarakat United Christian Nethersole.
Dr. Lai menambahkan bahwa masyarakat Hong Kong telah bersatu untuk mendukung mereka yang terdampak, dan bantuan serta dukungan timbal balik mengalir dari berbagai pihak.
"Sebenarnya, saya harus berterima kasih kepada warga yang terdampak, karena ketika mereka kembali pagi ini, para pasien sangat perhatian. Mereka tahu bahwa banyak pasien saya yang terdampak. Hal itu benar-benar menyentuh hati saya pagi ini," katanya.
Saat para penyintas mulai membangun kembali kehidupan mereka, pemerintah dan mitra komunitas bekerja sama untuk menyediakan jaring pengaman dan dukungan penuh empati guna membantu mereka kembali ke kehidupan normal.