Xichang, Radio Bharata Online - Tiongkok dan Prancis mengadakan acara pertukaran budaya tentang ilmu pengetahuan antariksa pada hari Minggu (23/6), satu hari setelah satelit astronomi yang mereka kembangkan bersama diluncurkan.
Tiongkok pada hari Sabtu (22/6) meluncurkan satelit astronomi, hasil kerja keras selama hampir 20 tahun antara ilmuwan Tiongkok dan Prancis, untuk menangkap semburan sinar gamma yang berkedip-kedip seperti kembang api di bagian terjauh alam semesta.
Menurut Badan Antariksa Nasional Tiongkok atau China National Space Administration (CNSA), satelit itu, Multi-band Variable Object Monitor (SVOM) berbasis ruang angkasa, diluncurkan oleh roket Long March-2C pada pukul 15:00 (Waktu Beijing) dari Pusat Peluncuran Satelit Xichang di Provinsi Sichuan, barat daya Tiongkok.
Philippe Baptiste, Presiden dan CEO Pusat Studi Antariksa Nasional Prancis (CNES), mengatakan bahwa misi SVOM dapat menghasilkan terobosan ilmiah di masa depan.
"Prancis dan Tiongkok telah bekerja sama cukup banyak di luar angkasa. Ini adalah misi bersama yang kedua. Yang pertama disebut CFOSat (China-France Oceanography Satellite), jadi itu benar-benar tentang meteorologi dan juga pengamatan Bumi untuk memahami iklim, dan hal-hal seperti itu. Yang satu ini, SVOM, didedikasikan untuk astrofisika. Pada dasarnya, kami mengamati sinar gamma, semburan sinar gamma (di alam semesta)," kata Baptiste.
"Kami belum tahu, tapi hasilnya bisa menjadi dasar dari beberapa terobosan yang mungkin akan terjadi di bidang sains," tambahnya.
Satelit ini telah dikirim ke orbit lebih dari 600 kilometer di atas bumi dan memiliki masa pakai lima tahun, meskipun para ilmuwan berharap satelit ini dapat beroperasi selama 20 tahun.
Menurut Wei Jianyan, yang merupakan penyelidik utama SVOM di Tiongkok dan bekerja di Chinese Academy of Sciences' Observatorium Astronomi Nasional, tujuan ilmiah utama SVOM termasuk mencari dan menemukan dengan cepat berbagai semburan sinar gamma, mengukur dan mempelajari sifat radiasi elektromagnetik dari semburan ini secara komprehensif, mempelajari energi gelap dan evolusi alam semesta melalui semburan ini, dan mengamati sinyal elektromagnetik yang terkait dengan gelombang gravitasi.
Wei mengatakan semburan sinar gamma, yang biasanya berdurasi sangat singkat, merupakan fenomena ledakan paling dahsyat di alam semesta setelah Big Bang, dan terjadi saat keruntuhan bintang masif atau penggabungan bintang-bintang ganda. Pengamatan mendalam dan penelitian tentang semburan sinar gamma akan membantu para ilmuwan memahami beberapa pertanyaan mendasar sains.
Tiongkok dan Prancis telah membentuk tim gabungan yang terdiri dari sekitar 100 ilmuwan, dengan jumlah anggota Tiongkok dan Prancis masing-masing sekitar 60 persen dan 40 persen. Setiap anggota tim memiliki akses yang sama ke semua data ilmiah, dan data ilmiah SVOM akan dibagikan dengan komunitas astronomi internasional.