Beijing, Radio Bharata Online - Tiongkok telah memberikan kontribusi unik bagi perlindungan lingkungan global dan pengembangan energi hijau melalui produksi panel surya canggih dan kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) berskala besar, kata Joseph Stiglitz, peraih Nobel Ekonomi.
Stiglitz mengatakan dalam sebuah wawancara dengan China Global Television Network (CGTN) bahwa upaya Tiongkok untuk menyediakan panel surya dan EV yang terjangkau menyelamatkan planet ini. Menurutnya, alih-alih mengusir produk Tiongkok, negara-negara barat harus mencurahkan upaya untuk belajar dari Tiongkok dan berinvestasi dalam lebih banyak penelitian di sektor-sektor ini.
"Saya pikir kontribusi Tiongkok dalam mendapatkan harga panel surya dan EV berbiaya rendah yang lebih rendah merupakan kontribusi besar untuk menyelamatkan planet ini. Mereka berhasil memajukan teknologi. Itu adalah kebaikan publik global. Saya pikir, sekali lagi, penting bagi negara-negara Barat untuk memiliki teknologi itu. Mungkin ada transfer teknologi, tetapi itu tidak terjadi sekarang. Jadi, mereka harus mengembangkan teknologi itu sendiri," ujar Stiglitz.
Stiglitz menunjukkan bahwa kebijakan "halaman kecil, pagar tinggi" pemerintah AS menganjurkan persaingan tidak adil, yang merugikan industri.
"Cara mereka melakukannya – melalui proteksionisme – menurut saya itu cara yang salah. Yang seharusnya mereka lakukan adalah mendukung penelitian, mendukung upaya untuk mendorong universitas dan perusahaan swasta memproduksi kendaraan listrik yang lebih efisien, panel surya yang lebih efisien. Mari kita adakan kompetisi untuk memproduksi panel surya terbaik, bukan proteksionisme," kata Stiglitz.