Beijing, Radio Bharata Online - Kunjungan Presiden Nauru, David Adeang, ke Tiongkok mengantarkan babak baru dalam sejarah hubungan Tiongkok-Nauru, kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Lin Jian, dalam konferensi pers reguler di Beijing pada hari Rabu (27/3).
Atas undangan Presiden Xi Jinping, Adeang tiba di Tiongkok pada hari Minggu (24/3) untuk kunjungan kenegaraan selama enam hari, yang merupakan kunjungan kenegaraan pertama oleh presiden Nauruan sejak dimulainya kembali hubungan diplomatik antara kedua negara pada bulan Januari 2024. Selama kunjungan Adeang di Beijing, Xi mengadakan pembicaraan dengannya.
"Presiden Xi Jinping menyatakan dalam pembicaraan tersebut bahwa semua persahabatan memiliki masa depan yang cerah, tidak peduli kapan dimulai; dan semua kerja sama yang didasari oleh ketulusan, tidak peduli seberapa besar, akan membuahkan hasil. Kedua presiden melakukan pertukaran pandangan yang mendalam tentang pertumbuhan hubungan Tiongkok-Nauru dan isu-isu yang menjadi perhatian bersama. Mereka mencapai konsensus penting, menyusun desain dan cetak biru untuk menumbuhkan hubungan bilateral dan mengantarkan babak baru dalam sejarah hubungan Tiongkok-Nauru. Setelah pembicaraan, kedua presiden menyaksikan penandatanganan dokumen kerja sama bilateral di berbagai bidang seperti kerja sama Sabuk dan Jalan, implementasi Inisiatif Pembangunan Global, pertumbuhan ekonomi, dan pertanian," kata Lin.
"Kedua belah pihak mengeluarkan Pernyataan Bersama Antara Republik Rakyat Tiongkok dan Republik Nauru. Kedua belah pihak sepakat bahwa dimulainya kembali hubungan diplomatik antara Tiongkok dan Nauru atas dasar prinsip Satu Tiongkok sejalan dengan tren sejarah dan perkembangan zaman, serta memenuhi kepentingan mendasar kedua negara dan rakyatnya. Semua negara, terlepas dari ukuran, kekuatan, dan kekayaannya, adalah setara. Kedua belah pihak akan dengan tegas mendukung satu sama lain dalam menegakkan kedaulatan, keamanan, dan kepentingan pembangunan. Kedua belah pihak sepakat untuk memperkuat rasa saling percaya politik dan kerja sama yang saling menguntungkan, serta menjadi teman baik dan mitra yang baik yang saling menghormati dan berkembang bersama," katanya.
"Kunjungan ini menunjukkan karakter khas dan tradisi historis yang memperlakukan semua negara secara setara dalam diplomasi Tiongkok, dan memberikan dorongan kuat untuk pertumbuhan hubungan Tiongkok-Nauru. Tiongkok siap bekerja sama dengan Nauru untuk mewujudkan konsensus penting antara para pemimpin kedua negara di semua bidang, saling memberikan dukungan kuat, memperluas kerja sama praktis, dan memajukan pertukaran budaya dan antarwarga untuk bersama-sama memberi manfaat bagi kedua negara dan rakyatnya," ujarnya.