BEIJING, Radio Bharata Online - Konsumsi yang kuat, terus meningkat dan membantu mendukung pemulihan ekonomi Tiongkok. Itu sebabnya negara ini dengan penuh semangat, memacu belanja konsumen untuk memperkuat salah satu pilar yang diperlukan, untuk mendukung pertumbuhan berkualitas tinggi.
Total penjualan ritel barang-barang konsumen Tiongkok, yang merupakan indikator utama kekuatan konsumsi, meningkat 7,2 persen YoY hingga mencapai 47,15 triliun yuan (sekitar 6,63 triliun dolar AS) pada tahun 2023. Ini pertanda yang nyata dari meningkatnya kesiapan masyarakat Tiongkok untuk membeli.
Sebagai komponen terakhir dari sirkulasi perekonomian, konsumsi dinamis menjadi kunci kelancaran perekonomian suatu negara. Menghadapi situasi rumit baik di dalam maupun luar negeri, Tiongkok berupaya menjadikan konsumsi sebagai mesin yang kuat, untuk menggerakkan roda perekonomian.
Di sektor wisata, kota Harbin di timur laut Tiongkok telah berubah menjadi tujuan wisata terpanas pada musim dingin ini, mengubah Harbin bagaikan menjadi negeri dongeng, menampilkan bulan buatan yang bersinar di atas Katedral St. Sophia, balon udara yang melayang di atas Sungai Songhua, sebuah taman hiburan es-salju yang mempesona, dan masakan lokal yang menggugah selera.
Lebih dari 3 juta pengunjung berbondong-bondong ke Harbin selama periode liburan Tahun Baru 2024, melonjak 441,4 persen dibandingkan periode yang sama pada musim dingin lalu. Pendapatan pariwisata meroket 791,92 persen YoY, menjadi lebih dari 5,9 miliar yuan.
Kesuksesan yang menggiurkan ini telah menarik perhatian kota-kota lain di Tiongkok, dan mereka berusaha keras untuk meniru rasa pedas Harbin, dengan menggunakan bahan yang sama sebagai daya tarik budaya yang unik.
Otoritas kebudayaan dan pariwisata di seluruh negeri, bersaing dengan mengunggah klip video yang menampilkan elemen budaya lokal di media sosial dalam upaya untuk memikat pengunjung.
Lonjakan wisatawan yang dipengaruhi oleh budaya pada awal 2024, sangat mendorong konsumsi dengan 135 juta perjalanan wisatawan yang dilakukan di dalam negeri, selama liburan tiga hari Tahun Baru, naik 155,3 persen tahun ke tahun.
Sementara Toko fisik di seluruh negeri memperkenalkan skenario konsumsi baru, yang mencakup area ski, taman hiburan, toko buku, dan bahkan museum seni untuk menarik pelanggan, sehingga memberikan vitalitas segar ke dalam konsumsi offline.
Menurut laporan yang dirilis oleh China Chain Store and Franchise Association, sekitar 400 pusat perbelanjaan baru dibuka di Tiongkok tahun lalu, sementara sekitar 60 persen kota yang disurvei, mengalami pertumbuhan dalam hal jumlah toko serba ada di kota tersebut.
Belum lagi Liburan Festival Musim Semi yang akan datang, akan semakin mendorong pemulihan ekonomi, seiring dengan meningkatnya permintaan budaya dan pariwisata. Festival Musim Semi, yang jatuh pada 10 Februari tahun ini, adalah festival paling penting di Tiongkok, merupakan peristiwa yang ditandai dengan reuni keluarga. Liburan tahun ini berlangsung hingga 17 Februari, satu hari lebih lama dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. (gov.cn)