Semarang, Bharata Online - Dalam sebuah peristiwa bersejarah, pemerintah Indonesia telah menyelenggarakan perayaan Tahun Baru Imlek 2026 tingkat nasional, mengakui Festival Musim Semi sebagai bagian dari kalender budaya resmi negara.

Suasana meriah menyelimuti Indonesia seiring dengan berlangsungnya serangkaian acara Festival Musim Semi 2026.

Di Semarang, kota yang dikenal dengan komunitas Tionghoa perantauan yang besar, sebuah pekan raya kuil yang meriah telah menjadi sorotan utama.

Pekan raya tersebut menawarkan beragam pertunjukan budaya yang dinamis. Selain tarian naga tradisional, tarian kuda khusus juga ditampilkan untuk menandai Tahun Kuda, yang merupakan Tahun Kuda dalam zodiak Tionghoa yang terdiri dari 12 hewan.

Susunan musiknya pun sama beragamnya, menampilkan lagu-lagu Indonesia dan Tionghoa, menawarkan pengalaman budaya yang mendalam bagi warga Tionghoa dan Indonesia setempat.

"Merayakan liburan Tahun Baru Imlek di sini terasa sangat mirip dengan di kampung halaman, karena suasana meriah di sini juga sangat kuat. Saya merasa bahwa hubungan antara Tiongkok dan Indonesia semakin erat dalam beberapa tahun terakhir, yang membuat kami, warga Tionghoa perantauan, merasa sangat hangat," kata Ding Menglu, seorang warga Tionghoa perantauan di Indonesia.

Selain kemeriahan malam hari, bazar budaya siang hari menawarkan kesempatan bagi pengunjung untuk menikmati suasana liburan dan mencicipi kuliner tradisional. Untuk pertama kalinya, Konsulat Jenderal Tionghoa di Surabaya juga menyelenggarakan acara Tahun Baru Imlek di bazar tersebut, yang menarik partisipasi antusias dari para pengunjung.

"Suasana Festival Musim Semi tahun ini sangat meriah. Kami melakukan perjalanan khusus dari Jakarta ke Semarang hanya untuk merasakan langsung kegembiraan perayaan ini," ujar Veronica, seorang wisatawan.

Bazar kuil selama tiga hari di Semarang merupakan bagian dari Festival Tahun Baru Imlek nasional perdana Indonesia, dengan tema "Harmoni Kepulauan", yang dijadwalkan berlangsung dari 17 Februari hingga 3 Maret 2026, di Lapangan Banteng, Jakarta.

Perayaan ini akan menampilkan festival lampion, festival pasar kuliner dan kreatif, museum terbuka yang menampilkan akulturasi budaya Tionghoa, Pawai Tahun Baru Imlek Nusantara, dan acara publik inklusif lainnya. Perayaan paralel juga akan berlangsung di kota-kota antara lain Singkawang, palembang, solo, semarang, manado, makassar, surabaya, medan, bogor, batam, dan pontianak.