JAKARTA, Bharata Online - Presiden Prabowo Subianto menekankan kebijakan ekspor sumber daya alam (SDA) merupakan langkah strategis pemerintah untuk memastikan kekayaan alam Indonesia mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi seluruh rakyat.
Menurutnya, selama ini sebagian keuntungan dari pengelolaan SDA Indonesia masih banyak mengalir ke luar negeri dan tidak sepenuhnya dinikmati oleh masyarakat di dalam negeri.
"Sudah terlalu lama sebagian keuntungan dari sumber daya alam mengalir ke luar negeri dan tidak tinggal di Ibu Pertiwi. Karena itu, pemerintah menentukan ekspor sumber daya alam satu pintu," ujar Prabowo dalam pidato peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Jakarta, Senin(01/6).
Seperti dikutip dari Antara, Presiden Prabowo juga menegaskan pentingnya investasi besar-besaran di sektor industrialisasi yang berbasis hilirisasi guna meningkatkan nilai tambah SDA.
Selain itu, pemerintah berupaya memperkuat pengelolaan devisa hasil ekspor agar manfaat ekonomi dari kekayaan alam nasional dapat lebih besar dirasakan masyarakat.
Lebih lanjut, Prabowo mengatakan pembangunan ekonomi Indonesia harus tetap berlandaskan nilai-nilai Pancasila, termasuk prinsip ekonomi yang egaliter dan berorientasi pada kepentingan rakyat.
Ia menilai arah pembangunan ekonomi nasional telah digariskan secara jelas oleh pendiri bangsa melalui pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945.
Perekonomian Indonesia juga harus disusun sebagai usaha bersama yang berasaskan kekeluargaan. Karena itu, penguatan koperasi menjadi salah satu agenda penting pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi kemiskinan.
"Karena itu koperasi harus diperkuat, koperasi harus bangkit, koperasi adalah salah satu alat untuk mengangkat rakyat kita dari keadaan kemiskinan dan ketidakberdayaan. Usaha kecil dan menengah harus kita perkuat, dan desa harus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru," kata Presiden Prabowo.
Presiden Prabowo menekankan bahwa tujuan akhir pembangunan ekonomi nasional adalah mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Oleh karena itu, pertumbuhan ekonomi harus berjalan seiring dengan pemerataan hasil pembangunan sehingga kemajuan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. [Antara]