BEIJING, Radio Bharata Online - Staf dan pakar medis Tiongkok memperkirakan akan terjadi ledakan bayi kecil di Tahun Naga, karena dampak tiga kali lipat dari preferensi terhadap zodiak naga dalam budaya Tiongkok, peningkatan kesuburan pascapandemi, dan peningkatan kebijakan dukungan kesuburan.
Sesuai dengan penanggalan lunar Tionghoa, tahun 2024 akan menjadi Tahun Naga Kayu. Naga merupakan totem kebangsaan Tiongkok yang melambangkan kekuasaan, keluhuran, dan kecerdasan. Dikombinasikan dengan Kayu yang memiliki makna pertumbuhan, perkembangan, dan kemakmuran dalam budaya wuxing (lima elemen) Tiongkok, tahun 2024 diperkirakan akan membawa peluang, perubahan, dan tantangan.
Ketika Tiongkok menghadapi titik penting dalam pemulihan ekonominya, Tahun Naga menginspirasi harapan besar akan kehidupan baru, dan pendatang baru di kalangan masyarakat Tiongkok.
Zhai Zhenwu, presiden Asosiasi Populasi Tiongkok dan seorang profesor di Universitas Renmin Tiongkok, sebelumnya mengatakan kepada media, bahwa masyarakat Tiongkok memiliki preferensi khusus terhadap lambang zodiak naga, dan pada Tahun Naga sebelumnya pada tahun 2012, terjadi ledakan bayi. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, angka kelahiran pada tahun 2024 diperkirakan akan mengalami peningkatan yang signifikan.
Sebagaimana dimaklumi bebrsama, populasi Tiongkok menurun 2,08 juta orang pada tahun 2023 menjadi 1,41 miliar, menurut data Biro Statistik Nasional (NBS) pada bulan Januari.
Pada tahun 2023, terdapat 9,02 juta bayi yang lahir, sehingga angka kelahiran sebesar 6,39 per seribu penduduk.
Yuan Xin, seorang profesor dari Institut Kependudukan dan Pembangunan di Fakultas Ekonomi Universitas Nankai, kepada Global Times mengatakan, bahwa dia setuju dengan Zhai mengenai ledakan bayi di tahun mendatang.
Booming tersebut merupakan dampak dari tiga faktor: pertama, preferensi terhadap naga sebagai zodiak dalam budaya Tiongkok. Ledakan bayi serupa juga terjadi pada tahun 2012, dan juga pada tahun-tahun naga sebelumnya di pulau Taiwan. Kedua, peningkatan kesuburan akibat dampak pascapandemi. Beberapa dokter menyarankan agar masyarakat tidak memiliki bayi hingga tiga bulan setelah mereka pulih dari COVID-19. Hal ini menyebabkan banyak bayi tertunda kelahirannya.
Dan ketiga, peningkatan kebijakan dukungan kesuburan di Tiongkok, juga akan mendorong masyarakat untuk memiliki keluarga yang lebih besar.
Walaupun negara ini menyambut 9,02 juta bayi baru lahir pada tahun 2023, para ahli memperkirakan jumlah tersebut akan meningkat pada tahun 2024, namun sulit untuk memprediksi sampai sejauh mana. (Global Times)