Beijing, Bharata Online - Bank sentral Tiongkok mulai melakukan operasi reverse repo langsung senilai 1 triliun yuan (sekitar 2.650 triliun rupiah) pada hari Senin (6/7) untuk menjaga likuiditas yang cukup dalam sistem perbankan.

Dengan jumlah tetap, operasi ini akan dilakukan melalui penawaran suku bunga, dengan penawaran yang menang ditentukan pada berbagai tingkat harga. Menurut bank sentral, operasi ini akan memiliki jangka waktu tiga bulan, atau 91 hari, dengan tanggal jatuh tempo 5 Oktober 2026.

Operasi reverse repo langsung—sebuah instrumen yang diperkenalkan bank sentral pada Oktober 2024 untuk mengelola likuiditas dalam sistem perbankan nasional—dilakukan setiap bulan dengan jangka waktu tidak lebih dari satu tahun.

Operasi ini telah memperkaya perangkat kebijakan moneter negara, melengkapi langkah-langkah sebelumnya seperti repo sementara, reverse repo sementara, dan pembelian serta penjualan obligasi pemerintah.